Kisah Pengungsi Rohingya Hidup Tak Tenang karena Difitnah

Pengungsi rohingya di Malaysia Zafar Ahmad Abdul Ghani dan istrinya setahun tak keluar rumah kerena trauma dengan ujaran kebencian. Sumber: Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Zafar Ahmad Abdul Ghani, 51 tahun, pengungsi Rohingya dan aktivis, selama tiga dekade sudah merasa Malaysia seperti negaranya sendiri. Namun sekarang rasanya seperti penjara.

Selama hampir setahun, Zafar mengaku tak pernah keluar rumah, yang berlokasi di Ibu Kota Kuala Lumpur. Kondisi itu terjadi setelah menyebar secara online informasi keliru, yang menyebut Zafar menuntut agar diberikan status kewarga-negaraan Malaysia. Salah informasi ini telah memicu gelombang ujaran kebencian dan ancaman kematian terhadap Zafar dan keluarganya.

“Sampai sekarang saya masih ketakutan. Saya sudah lama tidak keluar rumah atau melihat bumi di luar sana,” kata Zafar, yang sudah punya tiga anak.

Seorang anak Rohingya berdiri di depan pintu dengan mata berkaca usai shalat Idul adha 1441 H di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Mee Kandang, Lhokseumawe, Aceh, Jumat 31 Juli 2020. Sebanyak 99 orang pengungsi Rohingya Myanmar terdiri dari 43 orang dewasa dan 56 anak-anak merayakan Idul Adha 1441 hijriah sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pemerintah Indonesia. ANTARA FOTO/Rahmad

Baca juga: Amerika Kaji Deklarasi Krisis Rohingya di Myanmar Sebagai Genosida

Zafar sudah melaporkan tuduhan palsu dan serangan lewat dunia maya yang dialaminya kepada polisi, namun sepengetahuannya, belum ada dakwaan yang dikeluarkan terhadap para pelaku.  

Zafar menyangkal telah menuntut agar diberikan kewarga-negaraan Malaysia atau kesamaan hak sebagai warga etnis Rohingnya di Malaysia.

Ada lebih dari 100 ribu etnis Rohingya mengungsi di Malaysia. Negara itu dianggap bersahabat terhadap para pengungsi yang merupakan etnis minoritas kendati mereka tidak secara resmi diakui sebagai pengungsi.

Akan tetapi, sentimen terhadap etnis Rohingya muncul setahun lalu ketika orang-orang menuding mereka telah menyebarkan virus corona, yang kemudian melonjak dengan cepat.   

Ujaran kebencian secara online menyerukan untuk melawan etnis Rohingya dan migran lainnya yang tidak berdokumen. Zafar, yang memilik organisasi hak-hak etnis Rohingya di Malaysia, tak pelak menjadi target.

Zafar mengaku masih menerima telepon dan pesan teror di ponselnya serta akun media sosialnya. Identitas dia dan keluarganya serta foto-foto mereka sudah menyebar online.

Zafar menikah dengan perempuan asal Malaysia Maslina Abu Hassan. Istrinya pun menjadi sasaran teror. Begitu pula dengan tiga anak mereka sampai tak ke sekolah karena alasan keamanan.    

Juru bicara UNHCR di Kuala Lumpur belum bisa berkomentar untuk kasus-kasus yang bersifat individu. Sebab penyelesaian tergantung pada sejumlah faktor, namun pada akhirnya bergantung pada negara-negara yang menampung pengungsi itu.

Reaksi UNHCR itu bertolak-belakang dengan harapan Zafar, yang sangat ingin UNHCR mempertimbangkan kasusnya. Sebab dia merasa sudah tidak aman lagi di Malaysia.  

Sumber: Reuters






Malaysia Golongkan Permen Karet Mengandung Nikotin Tidak Beracun

54 menit lalu

Malaysia Golongkan Permen Karet Mengandung Nikotin Tidak Beracun

Pemerintah Malaysia memasukkan pengganti nikotin berupa patch atau permen karet sebagai produk tidak beracun.


PM Malaysia Bertemu Raja, Bahas Pemilu Dipercepat?

17 jam lalu

PM Malaysia Bertemu Raja, Bahas Pemilu Dipercepat?

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan dia mungkin akan mengusulkan tanggal pembubaran parlemen dalam pertemuannya dengan Raja Al-Sultan Abdullah.


Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

1 hari lalu

Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

Pengacara Putri Najib Razak ketika dihubungi mengatakan IRB mengajukan pemberitahuan penghentian banding Senin lalu.


Malaysia Akan Beli Howitzer Rp3,2 Triliun

1 hari lalu

Malaysia Akan Beli Howitzer Rp3,2 Triliun

Malaysia akan membeli senjata berat jenis howitzer senilai hampir 1 miliar ringgit atau Rp3,2 triliun, namun pembahasannya saat ini masih berlangsung


Dr. Jason Leong Membedah Cara Bersepeda Om-Om di Malaysia

3 hari lalu

Dr. Jason Leong Membedah Cara Bersepeda Om-Om di Malaysia

Materi paling lucu dari dr. Jason Leong malam itu adalah pembahasan tentang om-om yang hobi bersepeda.


Top 3 Dunia: Wanita Indonesia Dituduh Rampok Restoran di Malaysia

3 hari lalu

Top 3 Dunia: Wanita Indonesia Dituduh Rampok Restoran di Malaysia

Berita Top 3 Dunia pada Senin 3 Oktober 2022 diawali oleh kabar seorang wanita Indonesia diyakini terlibat dalam perampokan di Malaysia


Wanita Indonesia Dituduh Ikut Merampok Restoran di Malaysia

4 hari lalu

Wanita Indonesia Dituduh Ikut Merampok Restoran di Malaysia

Polisi menangkap seorang wanita Indonesia yang dituduh ikut dalam perampokan restoran di Malaysia.


Ada 1,3 juta Tenaga Kerja Asing, Malaysia: Sudah Cukup

5 hari lalu

Ada 1,3 juta Tenaga Kerja Asing, Malaysia: Sudah Cukup

Kementerian Sumber Manusia (KSM) Malaysia menyebut ada 1,3 juta tenaga kerja asing saat ini ada di Malaysia


Sultan Sulu Minta Belanda Sita Aset, Malaysia: Petronas Bukan Milik Negara

5 hari lalu

Sultan Sulu Minta Belanda Sita Aset, Malaysia: Petronas Bukan Milik Negara

Pemerintah Malaysia menyatakan aset Petronas bukan milik pemerinta. Ahli waris Sultan Sulu meminta aset pemerintah Malaysia termasuk Petronas disita.


PM Malaysia Selidiki Mantan Jaksa Agung yang Tangani Kasus Korupsi Petinggi UMNO

5 hari lalu

PM Malaysia Selidiki Mantan Jaksa Agung yang Tangani Kasus Korupsi Petinggi UMNO

PM Malaysia memerintahkan penyelidikan atas kemungkinan pelanggaran oleh mantan jaksa agung yang menangani kasus korupsi beberapa anggota senior UMNO