Filipina Tunda Penggunaan Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Bawah 60 Tahun

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perawat mengisi jarum suntik dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca di pusat perawatan kesehatan di Seoul pada 26 Februari 2021, ketika Korea Selatan memulai program vaksinasi virus corona. [Jung Yeon-je / Pool melalui REUTERS]

    Seorang perawat mengisi jarum suntik dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca di pusat perawatan kesehatan di Seoul pada 26 Februari 2021, ketika Korea Selatan memulai program vaksinasi virus corona. [Jung Yeon-je / Pool melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas kesehatan Filipina menunda penggunaan vaksin AstraZeneca pada Kamis untuk kelompok usia di bawah 60 tahun karena kasus pembekuan darah di sejumlah negara.

    Keputusan Filipina menunda AstraZeneca diumumkan setelah badan pengawas obat-obatan Eropa, European Medicines Agency, mengatakan pembekuan darah termasuk efek samping AstraZeneca.

    Kapal Badan Pengawas Obat-obatan Filipina, Rolando Enrique Domingo, mengatakan belum ada kasus pembekuan dari di Filipina sejauh ini.

    "Penangguhan sementara ini tidak berarti bahwa vaksin tersebut tidak aman atau tidak efektif - itu kami lakukan sebagai tindakan pencegahan untuk memastikan keamanan setiap warga Filipina,” kata Domingo, dikutip dari Reuters, 8 April 2021.

    Filipina, negara yang saat ini memiliki wabah Covid-19 terburuk di Asia, telah mengandalkan percepatan peluncuran vaksinasi yang lamban untuk membantu mengurangi tekanan pada rumah sakit dan meningkatkan ekonominya yang dilanda pandemi.

    Baca juga: Sejumlah Negara Eropa Mau Campur Vaksin AstraZeneca dengan Vaksin Merek Lain

    Filipina memulai program inokulasi pada 1 Maret, dimulai dengan petugas kesehatan. Vaksinasi sejak itu meluas ke orang dengan penyakit penyerta dan orang tua.

    Filipina sejauh ini telah memberikan hampir 923.000 dosis vaksin Sinovac Biotech dari Cina dan AstraZeneca, dengan target menginokulasi 70 juta dari 108 juta populasinya tahun ini.

    Filipina telah menerima 525.600 dosis vaksin AstraZeneca, sekitar seperlima dari total inventaris negara, melalui fasilitas COVAX, dan 2,6 juta dosis vaksin Covid-19 lainnya, yang dibeli oleh sektor swasta, akan dikirimkan bulan depan.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.