Partai Pengusung Presiden Moon Jae-in Kalah di Pemilu Daerah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korea Selatan terpilih Moon Jae-in, mengucapkan terima kasih saat menyapa para pendukungnya di Gwanghwamun Square, Seoul, 9 Mei 2017. Moon menjabat sebagai Kepala staf Presiden Roh Moo-hyun dari 2003-2008. REUTERS/Kim Kyunghoon

    Presiden Korea Selatan terpilih Moon Jae-in, mengucapkan terima kasih saat menyapa para pendukungnya di Gwanghwamun Square, Seoul, 9 Mei 2017. Moon menjabat sebagai Kepala staf Presiden Roh Moo-hyun dari 2003-2008. REUTERS/Kim Kyunghoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat yang mengusung Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengalami kekalahan dalam pemilu kepala daerah. Kekalahan itu terjadi di tengah skandal politik dan blunder kebijakan.       

    Jutaan masyarakat Korea Selatan pada Rabu, 7 April 2021, memberikan hak suara mereka untuk memilih kepala daerah di dua kota terbesar di Negeri Gingseng, yakni Busan dan Ibu Kota Seoul. Hasil perhitungan suara sementara sudah diperlihatkan pada Kamis 8 April 2021 waktu setempat.

    Pemilu ini secara luas dipandang sebagai sebuah barometer untuk pergantian politik bagi Partai Demokrat, yang beraliran progresif menjelang diselenggarakannya pemilu presiden 1,5 tahun lagi.

    Presiden Korea Selatan terpilih Moon Jae-in menemui para pendukunya di Gwanghwamun Square, Seoul, 9 Mei 2017. Korea Times melaporkan Moon yang berhaluan politik liberal menang telak dengan megantongi 41,4 persen suara. Seo Myeong-gon /Yonhap via REUTERS

    ADVERTISEMENT

    Baca juga: Warga Korea Selatan Siap-siap Pemilu Kepala Daerah

    Popularitas Presiden Moon dan partainya, yakni Partai Demokrat, terus menurun hingga ke rekor terendah dalam beberapa bulan terakhir. Diantara penyebabnya adalah meroketnya harga perumahan, semakin besarnya kesenjangan, skandal pelecehan seksual serta suramnya hubungan Korea Selatan dengan Korea Utara.

    Di Ibu Kota Seoul, Partai Rakyat Berkuasa yang mengusung Oh Se-hoon mendapatkan 57,5 persen suara dari total 8,4 juta suara pemilih yang masuk. Sedangkan Partai Demokrat yang mengusung Park Young-sun hanya mendapatkan 39,2 persen suara.            

    Hasil perhitungan suara pemilu memperlihatkan Oh menang di total 25 distrik di Seoul atau tiga kali lipat dibanding Park. Oh sebenarnya bukan orang baru di politik Korea Selatan. Dia pernah menjabat sebagai Wali Kota Seoul pada 2006 – 2011.

    Atas kemenangannya itu, Oh mengucapkan apresiasi kepada semua pemilih. Sedangkan Park mengakui kekalahannya dan berjanji akan mencari sebab-musabab hukuman dari warga Seoul sehingga dia tak terpilih menjadi pemimpin Ibu Kota Seoul.

    Setelah hasil pemilu keluar, Ketua Partai Rakyat Berkuasa Kim Chong-in mengatakan kemarahan sudah meledak atas kegagalan kebijakan – kebijakan negara.

    “Saya tidak bisa menahan rasa tanggung jawab, yang sudah membebani fikiran saya,” kata Oh.

    Di Busan, Partai Rakyat Berkuasa yang mengusung Park Hyung-joon mendapat 62,7 persen suara. Dia mengalahkan kandidat dari Partai-nya Presiden Moon, Kim Young-choon, yang harus puas dengan 34,4 persen suara.

            

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...