Rio Tinto Kurangi Ekspor ke Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif : Rio Tinto Group penambang biji besi terbesar kedua di dunia akan mengurangi produksi dari tambang tambang mereka di Australia Barat sebesar 10 persen karena menurunnya permintaan dari Cina, dan meningkatnya aktivitas penambang terbesar Vale do Rio Doce.

    Direktur Utama Rio Tinto Tom Albanese mengatakan permintaan kuartal ke-empat dari Cina turun dan pengurangan itu adalah langkah aman untuk menyesuaikan permintaan konsumen. Namun penurunan hanya akan berlangsung pendek, karena paket stimulus ekonomi Cina sebesar 4 triliun Yuan (US$ 586 miliar) akan mengembalikan permintaan tahun depan.

    Daiwa Securities Gruop memperkirakan kenaikan itu minimal lima persen tahun depan.

    Rio Tinto mengatakan ekspor akan menurun menjadi 170-175 juta metric ton tahun ini, terhitung sampai 31 Desember. Tahun lalu, dari satu tambang di Australia Barat yakni Pilbara, Rio Tinto memproduksi 145 juta ton, dan pada proyeksi tahun 2008 tercantum tambang itu akan menghasilkan 190-195 juta ton.

    Bloomberg | Ronald


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.