Demonstran Myanmar Mengecat Jalanan Kota Yangon dengan Warna Merah

Seorang pria menggunakan ketapel saat mereka berlindung di belakang barikade selama protes terhadap kudeta militer, di Yangon, Myanmar, Ahad, 28 Maret 2021. Sejumlah senjata tradisional digunakan pendemo untuk melawan tindak kekerasan aparat. REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, JakartaDemonstran Myanmar mengecat jalan Yangon dengan warna merah pada Selasa untuk mengenang ratusan martir yang dibunuh oleh aparat junta militer.

Para demonstran di Yangon bangun pagi-pagi buta untuk menyemprot dan memercik trotoar, jalan, dan halte bus, dengan cat merah sebagai protes atas tindakan keras yang dilakukan oleh pasukan keamanan.

"Darahnya belum kering," kata salah satu pesan dengan warna merah, dikutip dari Reuters, 6 April 2021.

Coretan merah lainnya dioleskan di tempat halte bus untuk menyasar tentara berpangkat tinggi yang katanya dieksploitasi oleh para jenderal kleptokratis.

"Jangan membunuh orang hanya untuk gaji kecil serendah harga makanan anjing," katanya.

Kemarahan telah melanda Myanmar dalam dua bulan terakhir karena kembalinya pemerintahan militer dan berakhirnya era singkat reformasi demokrasi. Kudeta militer telah membawa kembali kekuasaan militer yang menindas pada 1962-2011.

Baca juga: Demonstran Myanmar Gunakan Telur Paskah untuk Lawan Kudeta

Beberapa pengunjuk rasa menyebut gerakan mereka sebagai "revolusi musim semi", yang ditandai dengan pawai jalanan, mogok kerja nasional, dan kampanye pembangkangan sipil yang bertujuan melumpuhkan aparat pemerintah.

Sekitar 570 orang telah terbunuh selama hampir dua bulan sejak para demonstran Myanmar turun ke jalan menentang kudeta militer pada 1 Februari, dan pasukan keamanan telah menangkap hampir 3.500 orang, dengan sekitar empat perlima dari mereka masih ditahan, menurut kelompok advokasi Association for Political Prisoners (AAPP) pada Selasa.

REUTERS






Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

1 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

5 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

5 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

5 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

5 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

9 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

11 hari lalu

Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

Pemakaman Ratu Elizabeth II pada 19 September nanti akan dihadiri 2.200 orang. Berikut daftar undangan, tapi siapa yang tak diundang?


PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

15 hari lalu

PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

Facebook telah menyerahkan jutaan item yang dapat mendukung tuduhan kejahatan perang dan genosida yang terjadi di Myanmar pada tahun 2017 terhadap Rohingya


Pemimpin Junta Myanmar Temui Putin, Pertama Setelah Kudeta

21 hari lalu

Pemimpin Junta Myanmar Temui Putin, Pertama Setelah Kudeta

Panglima militer Myanmar dan pemimpin kudeta Min Aung Hlaing Rabu 7 September 2022 akhirnya bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin


Petinggi Junta Myanmar ke Rusia Lagi, Beli BBM atau Senjata?

23 hari lalu

Petinggi Junta Myanmar ke Rusia Lagi, Beli BBM atau Senjata?

Pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing melakukan kunjungan ke Rusia, yang kedua sejak Juli lalu, untuk beli BBM dan kemungkinan senjata.