Warga Pakistan Serbu Vaksinasi COVID-19 Oleh Swasta

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Botol vaksin virus corona Sputnik V Rusia di Beograd, Serbia, 6 Januari 2021. [REUTERS / Fedja Grulovic]

    Botol vaksin virus corona Sputnik V Rusia di Beograd, Serbia, 6 Januari 2021. [REUTERS / Fedja Grulovic]

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak sabar ingin segera divaksin, warga Pakistan non-lansia menyerbu tawaran vaksinasi COVID-19 yang dibuka oleh swasta. Mereka rela membayar daripada harus menunggu vaksinasi COVID-19 gratis dari pemerintah. Dikutip dari Channel News Asia, vaksinasi tersebut telah dimulai sejak akhir pekan lalu dan habis terjual pada Ahad, 4 April 2021.

    Dari sisi pemerintah, vaksinasi COVID-19 yang mereka organisir masih berfokus pada lansia dan petugas medis. Namun, sejauh ini, vaksinasi berjalan lamban sehingga warga langsung mengincar vaksinasi swasta yang pertama kali diumumkan pemerintah Pakistan pada Maret lalu.

    "Saya senang sekali dengan adanya vaksinasi swasta ini karena sekarang (vaksin) jadi syarat untuk berpergian," ujar salah satu warga Pakistan, Saad Ahmed, yang mengikuti vaksinasi COVID-19 swasta di Karachi, Senin, 5 April 2021.

    Untuk vaksinasi COVID-19 swasta, produk yang digunakan adalah Sputnik V buatan Rusia. Tiap warga akan menerima dua dosis vaksin, sama seperti vaksinasi yang digelar pemerintah. Harganya kurang lebih 12.000 Rupee Pakistan atau setara Rp1,1 juta.

    Harga tersebut tidak dianggap mahal oleh sejumlah warga Pakistan. Pada Ahad kemarin, warga rela mengantri hingga tiga jam di Rumah Sakit South City, Karachi untuk bisa mendapatkan suntikan pertama mereka. Kebanyakan dari mereka adalah pemuda yang belum bisa mengikuti kampanye vaksinasi dari pemerintah.

    Satu rumah sakit, berdasarkan informasi Channel News Asia, mendapat kurang lebih 5000 dosis. Dan, seperti yang dikatakan sebelumnya, stok tersebut bisa langsung habis dalam dua hari saja, baik via vaksinasi walk-in atau lewat mekanisme booking.

    Untuk mengantisipasi animo yang terus membesar, beberapa rumah sakit sudah mulai memesan lagi stok vaksin COVID-19 Sputnik V ke Rusia. Malah, beberapa perusahaan memutuskan untuk membeli sendiri stok vaksin COVID-19 Sputnik V untuk karyawan-karyawan mereka.

    Per berita ini ditulis, Pakistan tercatat memiliki 687.908 kasus dan 14.778 kematian akibat COVID-19. Vaksinasi COVID-19 dianggap bisa menekan pertumbuhan angka itu. 

    Baca juga: Sputnik V Tawarkan Paket Wisata ke Rusia dan Vaksin Covid-19

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.