Beberapa Anggota Kerajaan Yordania Ditangkap dan Ditahan Aparat

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Abdullah dan Ratu Rania dari Yordania. Royal Hashemite Court vis Getty Images

    Raja Abdullah dan Ratu Rania dari Yordania. Royal Hashemite Court vis Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Penangkapan dan penahanan anggota kerajaan terjadi di Yordania. Salah satunya adalah Hassan Bin Zaid, sepupu jauh dari Raja Abdullah II. Ia ditangkap pada hari Sabtu kemarin oleh Milter Yordania atas dugaan mengancam keamanan nasional. Adapun Zaid adalah adik dari Ali bin Zaid, pejabat intelijen Yordania yang terbunuh bersama 7 agen CIA pada insiden bom 2010 lalu.

    Selain Zaid, anggota keluarga Kerajaan Yordania yang juga ditangkap adalah mantan Menteri Keuangan Bassem Awadallah dan mantan Putra Mahkota Hamzah bin Hussein. Hussein adalah adik dari Raja Abdullah II. Ia berkata, dirinya telah dijadikan tahanan rumah sejak Sabtu lalu dan tidak boleh pergi ataupun menghubungi siapapun sampai mendapat izin.

    "Kepala Staf Angkatan Darat Yordania mengunjungi saya pada hari Sabtu pagi. Pada momen itu, ia memberi tahu saya bahwa saya tidak diperbolehkan untuk berkomunikasi dengan siapapun ataupun pergi di rumah," ujar Hussein, dikutip dari CNN, Ahad, 4 April 2021.

    Hussein mengaku tidak tahu pasti kenapa dirinya sampai ikut ditahan. Namun, ia menduga penangkapan ini berkaitan dengan banyaknya kritik terhadap Raja Abdullah II ataupun pemerintahannya secara umum.Jika benar karena kritik, Hussein menyatakan tidak akan menghentikan aksinya.

    Beberapa hari terakhir, Hussein memang aktif mengkritik pemerintah. Ia mengkritik berbagai hal mulai dari pemerintahan yang buruk. korupsi, hingga inkomptensi yang timbul di bawah pemerintahan Raja Abdullah II. Menurutnya, pemerintahan di Yordania terus memburuk dari tahun ke tahun.

    "Pesan ini mungkin akan menjadi yang terakhir dari saya sampai mendapat izin lagi. Saya telah diberitahu oleh perusahaan tempat saya bekerja bahwa semua komunikasi akan diputus," ujar Hussein.

    Pangilma Militer Yordania, Major Yousef Huneiti, membantah klaim Hussein. Huneiti berkata, pihaknya hanya meminta Hussein untuk tidak beraktivitas atau melakukan hal yang bisa mengganggu kestabilan dan keamanan Yordania.

    Adapun figur Kerajaan yang berstatus ditangkap, kata Huneiti, adalah Zaid dan Bassan Awadallah. Huneiti memastikan penangkapan mereka berdasarkan hasil investigasi bersama terkait ancaman ke Kerajaan Yordania.

    "Investigasi masih berjalan dan semua hasilnya akan kami buka lebar-lebar. Semua kami lakukan berdasarkan hukum yang berlaku," ujar Huneiti menanggapi dugaan penangkapan secara sewenang-wenang dengan dalih ancaman kudeta.

    "Tidak ada orang yang berada di atas hukum di Yordania. Keamanan dan stabilitas Yordania akan selalu menjadi prioritas utama," ujar Huneiti menambahkan.

    Atas situasi yang terjadi di Yordania, beberapa negara menyampaikan dukungan terhadap Raja Abdullah II. Beberapa di antaranya adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain, Kuwait, serta Amerika. "Kami terus memantau perkembangan dan berkomunikasi dengan pejabat Yordania. Raja Abdullah adalah rekan penting bagi Pemerintah Amerika dan ia mendapat dukungan kami," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Ned Price.

    Baca juga: Raja Yordania Marah Pasien Meninggal karena Kurang Oksigen

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.