Varian Baru COVID-19 Muncul di Jepang dengan Nama Eek

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria memakai masker pelindung di tengah wabah COVID-19 di depan arena Olimpiade raksasa di Tokyo, Jepang, 13 Januari 2021. Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Jepang atau pun penyelenggara ajang itu. Presiden IOC, Thomas Bach, sebelumnya sempat menyatakan bahwa Olimpiade Tokyo masih sesuai jadwal dan mereka tak menyiapkan rencana cadangan. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Seorang pria memakai masker pelindung di tengah wabah COVID-19 di depan arena Olimpiade raksasa di Tokyo, Jepang, 13 Januari 2021. Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Jepang atau pun penyelenggara ajang itu. Presiden IOC, Thomas Bach, sebelumnya sempat menyatakan bahwa Olimpiade Tokyo masih sesuai jadwal dan mereka tak menyiapkan rencana cadangan. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Varian baru COVID-19 terus bertambah. Otoritas kesehatan Jepang menemukan varian baru COVID-19 pada bulan Maret lalu yang diyakini menguangi proteksi yang diberikan oleh vaksin. Mereka menyebutnya dengan nama sandi E484K atau Eek.

    Menurut laporan kantor berita Reuters, varian baru tersebut ditemukan pada 70 persen pasien COVID-19 di Rumah Sakit Tokyo Medical and Dental University. Dari 14 orang yang dirawat di sana, 10 di antaranya telah tertular varian baru COVID-19 bernama Eek itu.

    "Tidak satupun dari mereka pernah berpergian ke luar negeri ataupun melaporkan pernah kontak dengan mereka yang tertular COVID-19," ujar pernyataan persn Rumah Sakit Tokyo Medical and Dental University, Ahad, 4 April 2021.

    Munculnya varian baru Eek ini menjadi kabar buruk bagi Jepang. Beberapa pekan terakhir, mereka berupaya menggencarkan kampanye vaksinasi COVID-19 dan mengetatkan pembatasan sosial demi bisa melaksanakan Olimpiade Tokyo 2021 Juli nanti.

    Sejumlah pakar, menurut laporan Reuters, khawatir varian baru COVID-19 bisa memicu penyebaran di tengah event besar seperti Olimpiade Tokyo. Apalagi, saat ini, kampanye vaksinasi dalam skala besar belum terlaksana. Hal itu belum menimbang angka kasus harian yang perlahan mulai naik lagi.

    Menurut data dari Worldometer, Jepang tercatat memiliki 480 ribu kasus dan 9213 kematian akibat COVID-19. Pada Sabtu kemarin, mereka mencatatkan 2.707 kasus baru. Titik terendah tahun ini dicapai pada akhir Februari lalu di mana kasus-kasus baru harian berada di rentang 1000 kasus per hari.

    Baca juga: Menyusul Cina dan Denmark, Jepang akan Gunakan Paspor Vaksin Digital

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.