Demonstran Myanmar Gunakan Telur Paskah untuk Lawan Kudeta

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria menggunakan ketapel saat mereka berlindung di belakang barikade selama protes terhadap kudeta militer, di Yangon, Myanmar, Ahad, 28 Maret 2021. Sejumlah senjata tradisional digunakan pendemo untuk melawan tindak kekerasan aparat. REUTERS/Stringer

    Seorang pria menggunakan ketapel saat mereka berlindung di belakang barikade selama protes terhadap kudeta militer, di Yangon, Myanmar, Ahad, 28 Maret 2021. Sejumlah senjata tradisional digunakan pendemo untuk melawan tindak kekerasan aparat. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Myanmar memanfaatkan momen Hari Raya Paskah untuk mempertegas perlawanannya terhadap junta militer. Dikutip dari kantor berita Reuters, demonstran Myanmar menuliskan pesan-pesan pemberontakan di telur paskah dan kemudian membagikannya untuk menunjukkan kepada junta bahwa mereka belum menyerah.

    Pesan-pesan yang mereka tulis beragam. Ada yang menuliskan "Kami pasti menang", "Revolusi!", hingga "pergilah MAH!". MAH adalah singkatan untuk panglima Militer Myanmar, Min Aung Hlaing. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Min Aung Hlaing adalah otak di balik kudeta Myanmar.

    "Warga di seluruh penjuru Myanmar melanjutkan perlawanannya untuk mengakhir kedikatoran, demi demokrasi dan hak asasi manusia," ujar pernyataan pers Asosiasi Bantuan Hukum untuk Tahanan Politik, yang terus memantau perkembangan perlawanan terhadap Militer Myanmar, Ahad, 4 April 2021.

    Militer Myanmar telah mengantisipasi bahwa warga akan memanfaatkan momen . Oleh karenanya, sejak Jumat kemarin, mereka membatasi akses internet agar gerakan warga tidak menjadi viral. Namun, hingga berita ini ditulis, gerakan warga masih berlanjut.

    Di saat bersamaan, Militer Myanmar juga makin agresif melakukan penangkapan warga yang terlibat dalam gerakan perlawanan. Menurut laporan Reuters, Militer Myanmar telah mengeluarkan 40 surat perintah penangkapan untuk figur publik. Mereka terdiri atas selebritas, influencer, aktivis, blogger, hingga politisi.

    Mereka yang berhasil ditangkap akan dihukum penjara. Adapun total hukuman yang akan diberikan militer Myanmar adalah maksimal 3 tahun.

    Total, sudah ada 2658 orang yang ditangkap junta sejak kudeta Myanmar dimulai pada 1 Februari lalu. Beberapa figur pertama yang ditangkap adalah Penasihat Negara Aung San Suu Kyi serta Presiden Wyin Mint. Kabar terakhir, Aung San Suu Kyi mengklaim dirinya sehat dan tengah menjalani proses hukum untuk perkara-perkara yang dijatuhkan kepadanya oleh Militer Myanmar.

    Baca juga: Lawan Junta, Parlemen Sipil Akan Bentuk Pemerintahan dan Konstitusi Baru Myanmar

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...