Australia Masih Gunakan Vaksin Virus Corona AstraZeneca

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seni yang diilhami oleh virus Corona terlihat menempel di pohon dekat Albert Park saat pemberlakuan lockdown untuk mengekang penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Melbourne, Australia, 5 Agustus 2020. AAP/James Ross via REUTERS

    Seni yang diilhami oleh virus Corona terlihat menempel di pohon dekat Albert Park saat pemberlakuan lockdown untuk mengekang penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Melbourne, Australia, 5 Agustus 2020. AAP/James Ross via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Australia bakal tetap menggunakan vaksin virus corona AstraZeneca kendati muncul kekhawatiran atas keamanan vaksin virus corona setelah muncul kasus pembekuan darah.   

    Sebelumnya Therapeutic Goods Administration (TGA) regulator dan panel dari Australian Technical Advisory Group on Immunisation (ATAGI) melakukan rapat pada Jumat malam, 2 April 2021 untuk mendiskusikan kelanjutan penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca.

    Baca juga: Vaksin Virus Corona AstraZeneca di Jerman Hanya untuk 60 Tahun ke Atas  

    Sebuah mobil polisi terlihat di luar Stasiun Flinders Street setelah jam malam di seluruh kota diberlakukan untuk memperlambat penyebaran Covid-19 di Melbourne, Australia, 2 Agustus 2020. AAP/Erik Anderson via REUTERS

    Di Australia, seorang laki-laki dilarikan ke sebuah rumah sakit di Melbourne dengan kasus pembekuan darah setelah beberapa hari menerima suntik vaksin virus corona buatan AstraZeneca. Laki-laki yang tidak dipublikasi identitasnya itu, juga mengalami kasus trombosit serius yang membuat sirkulasi aliran darahnya terhambat.

    “Kami belum disarankan saat ini oleh ATAGI atau TGA untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca di Australia,” kata Wakil Kepala bidang medis Australia Michael Kidd, Sabtu sore, 3 April 2021.

    Kidd mengatakan kasus pembekuan darah yang terjadi, tampaknya terkait dengan vaksin AstraZeneca.   

    “Risiko dari efek samping masih rendah, namun keamanan tetap yang utama. Untuk itulah TAGI dan TGA masih melakukan pengujian pada kasus ini,” kata Kidd.

    Sebelum pada Kamis, 1 April 2021, Inggris telah mengidentifikasi ada 30 kasus pembekuan darah yang langka setelah dilakukan suntik vaksin virus corona dengan AstraZeneca. Sedangkan beberapa negara seperti Kanada, Prancis, Jerman dan Spanyol sudah membatasi penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca usai muncul laporan serupa (pembekuan darah).

          

    Australia melakukan imunisasi massal pada 25 juta warga negaranya pada Februari 2021 lalu. Sebagian besar mendapatkan suntik vaksin virus corona dari Universitas Oxford/AstraZeneca. Sebanyak 50 dosis vaksin sedang diproduksi secara lokal.    

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.