22 Mumi Raja dan Ratu Mesir Akan Dipindahkan dengan Pawai Akbar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki lewat di depan poster parade emas firaun setelah renovasi Tahrir Square untuk memindahkan 22 mumi dari Museum Mesir di Tahrir ke Museum Nasional Peradaban Mesir di Fustat, di tengah wabah Covid-19, di Kairo , Mesir, 1 April 2021. [REUTERS / Mohamed Abd El Ghany]

    Pejalan kaki lewat di depan poster parade emas firaun setelah renovasi Tahrir Square untuk memindahkan 22 mumi dari Museum Mesir di Tahrir ke Museum Nasional Peradaban Mesir di Fustat, di tengah wabah Covid-19, di Kairo , Mesir, 1 April 2021. [REUTERS / Mohamed Abd El Ghany]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 22 mumi bangsawan Mesir kuno ikut parade akbar di Kairo pada Sabtu untuk dipindahkan ke museum baru mereka.

    Konvoi tersebut akan mengangkut 18 raja dan empat ratu, sebagian besar dari Kerajaan Baru Mesir. Mereka akan dipindahkan dari Museum Mesir di Lapangan Tahrir Kairo tengah ke Museum Nasional Peradaban Mesir di Fustat, sekitar 5 km ke tenggara, dilaporkan Reuters, 3 April 2021.

    Pihak berwenang menutup jalan di sepanjang Sungai Nil untuk upacara rumit, yang dirancang untuk membangkitkan minat pada koleksi purbakala Mesir yang kaya ketika pariwisata hampir seluruhnya terhenti karena pembatasan Covid-19.

    Setiap mumi akan ditempatkan dalam kapsul khusus yang diisi dengan nitrogen untuk memastikan perlindungan, dan kapsul akan dibawa dengan kereta khusus yang dirancang untuk mengangkut dan memberikan stabilitas saat dibawa, kata arkeolog Mesir Zahi Hawass.

    "Kami memilih Museum Peradaban karena untuk pertama kalinya kami ingin menampilkan mumi secara beradab, berpendidikan, dan bukan untuk hiburan seperti di Museum Mesir," kata Zahi.

    Ahli Mesir Kuno, Zahi Hawass mengamati kondisi mumi Firaun Seqenenre Taa II. Hasil studi mengungkapkan pemindaian tulang yang menunjukkan bahwa Seqenenre Tao II berusia sekitar 40 tahun ketika meninggal. The Egyptian Ministry of Antiquities/Handout via REUTERS

    Fustat adalah situs ibu kota Mesir di bawah Dinasti Umayyah setelah penaklukan Arab.

    "Dengan melakukan relokasi ini, dengan kemegahan dan keadaan yang luar biasa, mumi mendapatkan haknya," kata Salima Ikram, seorang Egyptologist di American University di Kairo.

    "Ini adalah raja-raja Mesir, ini adalah para fir'aun. Jadi, ini adalah cara untuk menunjukkan rasa hormat," kata Salima.

    Baca juga: Mesir Pamerkan Temuan Peti Mati Kuno dan Mumi

    Para arkeolog menemukan mumi dalam dua kelompok di kompleks kuil kamar mayat Deir Al Bahari di Luxor dan di Lembah Para Raja di dekatnya dari tahun 1871.

    Yang tertua adalah Seqenenre Tao, raja terakhir dari Dinasti ke-17, yang memerintah pada abad ke-16 SM dan diyakini meninggal dengan kondisi mengerikan.

    Pawai juga akan menampilkan mumi Ramses II, Seti I, dan Ahmose-Nefertari.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.