Belanda Hentikan Sementara Vaksin Virus Corona AstraZeneca

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis dengan latar foto Rijksmuseum yang ditutup karena wabah virus Corona di Amsterdam, Belanda 13 Maret 2020. [REUTERS / Piroschka van de Wouw]

    Turis dengan latar foto Rijksmuseum yang ditutup karena wabah virus Corona di Amsterdam, Belanda 13 Maret 2020. [REUTERS / Piroschka van de Wouw]

    TEMPO.CO, Jakarta - Belanda pada Jumat, 2 April 2021 memutuskan menghentikan sementara penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca untuk orang-orang di usia di bawah 60 tahun. Keputusan itu diambil Kementerian Kesehatan Belanda setelah seorang perempuan meninggal usai menerima dosis pertama suntik vaksin virus corona AstraZeneca.

    Kantor berita ANP melaporkan ada sekitar 10 ribu jadwal suntik vaksin virus corona yang harus dibatalkan sebagai akibat dari keputusan tersebut.

    Sejumlah orang mengantre dengan menerapkan social distancing saat akan membeli ganja di tengah pandemik virus corona atau Covid-19 di Nijmegen, Belanda, 31 Maret 2020. Pemerintah Belanda membuka kembali toko kopi yang menjual ganja secara terbatas untuk menghindari transaksi obat-obatan di pasar gelap. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    Kementerian Kesehatan Belanda menyatakan keputusan untuk menghentikan sementara vaksin virus corona AstraZeneca, diambil menyusul adanya sejumlah laporan dari badan pemantau obat Lareb dan sejumlah diskusi dengan otoritas kesehatan.

    Sedangkan pihak AstraZeneca mengatakan sudah berbicara dengan otoritas – otoritas di Belanda untuk menjawab semua pertanyaan produsen vaksin tersebut.

       

    “Otoritas di Inggris, Uni Eropa dan WHO sudah menyimpulkan adanya manfaat dari vaskin kami untuk melindungi masyarakat dari virus yang mematikan ini, ketimbang risiko-risikonya pada kalangan usia dewasa,” demikian keterangan AstraZeneca.

    Baca juga: Kasus Darah Beku, Jerman Stop Vaksinasi AstraZeneca di Kelompok Non Lansia 

    Sedangkan Lareb pada Jumat 2 April 2021 mengatakan telah menerima lima laporan kasus trombosit ekstensif, dimana jumlah trombosit rendah setelah dilakukan suntik vaksin virus corona, termasuk pada seorang perempuan yang akhir meninggal. Kejadian itu terjadi 7 – 10 hari setelah suntik vaksin virus corona dengan AstraZeneca dilakukan.

    “Mereka adalah perempuan usia 25 tahun dan 65 tahun. Tiga pasien mengalami pembesaran emboli paru, satu orang meninggal dan satu orang lainnya mengalami pendarahan otak,” demikian keterangan Lareb.

    Data Lareb memperlihatkan ada sekitar 400 ribu orang di Belanda sudah disuntik vaksin virus corona AstraZeneca. Kasus yang terjadi di Belanda ini terjadi pula di negara lain di Eropa.  

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H