Aung San Suu Kyi Kembali Mendapat Tambahan Dakwaan

Para pengunjuk rasa yang mengenakan topeng yang menggambarkan pemimpin yang digulingkan Aung San Suu Kyi, memberikan hormat tiga jari saat mereka mengambil bagian dalam protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, 28 Februari 2021. REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, - Pemimpin terpilih Myanmar, Aung San Suu Kyi, didakwa melanggar undang-undang rahasia era kolonial. Ini merupakan tuduhan paling serius terhadap tokoh penentang junta militer itu.

Pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw, mengatakan jika kliennya, tiga menteri kabinet yang digulingkan, dan penasihat ekonomi Australia yang ditahan, Sean Turnell, didakwa sepekan yang lalu di pengadilan Yangon berdasarkan undang-undang rahasia resmi. Ia baru mengetahui tambahan dakwaan ini dua hari lalu. Ancaman atas pelanggaran undang-undang ini adalah hukuman penjara hingga 14 tahun.

Maung Zaw mengatakan kliennya saat ini dalam keadaan sehat meski mendapat tambahan dakwaan. "Amay Su dan Presiden U Win Myint dalam keadaan sehat," katanya dikutip dari Reuters, Jumat, 2 April 2021.

Ia menuturkan tuduhan terhadap Suu Kyi dan koleganya dibuat-buat.

Seorang juru bicara junta militer Myanmar belum bisa dimintai komentar soal ini.

Suu Kyi dan anggota Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) lainnya telah ditahan sejak kudeta. Junta juga menuduh mereka melakukan beberapa pelanggaran kecil termasuk secara ilegal mengimpor enam radio genggam dan melanggar protokol virus corona.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan setidaknya 538 warga sipil Myanmar telah tewas dalam serangkaian protes terhadap kudeta. Sebanyak 141 dari mereka meninggal pada hari Sabtu pekan lalu, yang menjadi hari paling berdarah dari kerusuhan.

Myanmar telah diguncang oleh protes sejak tentara menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. Mereka berdalih pemilihan umum yang dimenangi Suu Kyi dan partainya penuh kecurangan.

Baca juga: Thailand Minta Semua Pihak di Myanmar Hentikan Kekerasan

Sumber: REUTERS






Junta: Pemberontak Myanmar Tembak Penumpang Pesawat Saat Mendarat

1 hari lalu

Junta: Pemberontak Myanmar Tembak Penumpang Pesawat Saat Mendarat

Junta militer menyebut pemberontak Myanmar menembak seorang penumpang di wajahnya saat pesawat mendarat di negara itu.


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

2 hari lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

2 hari lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

4 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

8 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

8 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

8 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

8 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

11 hari lalu

Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

Helikopter militer Myanmar dilaporkan menembaki sebuah sekolah, akibatnya sedikitnya 7 anak tewas dan belasan lainnya terluka


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

12 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.