Partai Islam Israel Serukan Kerja Sama Arab-Yahudi

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjalan setelah dia menyampaikan pernyataan di Knesset (parlemen Israel) di Yerusalem, 22 Desember 2020. [Yonatan Sindel / Pool via REUTERS]

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjalan setelah dia menyampaikan pernyataan di Knesset (parlemen Israel) di Yerusalem, 22 Desember 2020. [Yonatan Sindel / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, - Partai Islam Ra'am menorehkan sejarah karena menjadi penentu dalam pemilihan umum Israel. Ketua Umum Ra'am, Mansour Abbas, memanfaatkan momen ini untuk menyerukan kerja sama Arab-Yahudi di pemerintahan mendatang.

    Berpidato dengan bahasa Ibrani, Abbas meminta partai-partai Yahudi di Israel tidak memboikot partai Islam untuk bergabung dengan pemerintah berikutnya. "Sekaranglah waktunya untuk berubah," katanya dikutip dari Times of Israel, Jumat, 2 April 2021.

    Pemilu Israel yang berlangsung pekan lalu berakhir dengan tidak adanya partai yang menguasai mayoritas kursi di Knesset (parlemen). Mau tidak mau partai-partai di sana harus berkoalisi untuk bisa memenangkan kursi Perdana Menteri.

    Sayangnya koalisi pemerintah yang mendukung kembali Benjamin Netanyahu maupun partai-partai oposisi belum cukup memenuhi ambang batas yang diperlukan untuk bisa mencalonkan perdana menteri. Di sini lah partai Ra'am menjadi kunci karena belum menentukan sikap akan bergabung ke kubu mana.

    Jika Benjamin Netanyahu ingin kembali berkuasa atau oposisi ingin merebut kekuasaan, maka harus bisa merangkul Partai Ra'am. Sayangnya kerja sama antara Ra'am dan partai-partai Yahudi yang berada di belakang Netanyahu kemungkinan besar sulit terjadi.

    Selama pidatonya, yang disiarkan langsung Kamis malam oleh semua jaringan televisi utama Israel, Abbas tidak mengungkapkan dukungannya ke Netanyahu atau pemimpin oposisi Yair Lapid. Dia juga menolak untuk mengasosiasikan partainya dengan salah satu blok politik.

    Abbas menekankan bahwa dia bersedia bekerja dengan semua partai politik Yahudi, kiri dan kanan, melanggar tradisi politik Arab Israel selama puluhan tahun yang menghindari kerja sama erat dengan pemerintah Israel atas konflik dengan Palestina.

    "Apa yang mempersatukan kita semua lebih besar dari apa yang memisahkan kita," ujar Abbas.

    Politisi Islam itu mendefinisikan dirinya sebagai seorang Muslim dan seorang Arab, tetapi juga seorang warga negara Israel.

    Baca juga: Israel Berpotensi Adakan Lagi Pemilu Ulang

    Sumber: TIMES OF ISRAEL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.