Thailand Minta Semua Pihak di Myanmar Hentikan Kekerasan

Tentara Myanmar berjalan di sepanjang jalan selama protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, 28 Februari 2021. [REUTERS / Stringer]

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Thailand pada Kamis, 1 April 2021, secara terbuka menyebut sangat terganggu dengan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka selama akhir pekan lalu dalam kerusuhan di Myanmar. Kementerian Luar Negeri Thailand menyerukan agar semua pihak menahan diri dan kekerasan segera diakhiri.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Thailand itu bisa disebut salah satu komentar paling keras pada negara tetangganya, Myanmar. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Tanee Sangrat mengatakan Thailand menyerukan agar ketegangan dihentikan, kekerasan diakhiri dan tahanan politik segera dibebaskan.

Thailand sudah bekerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya agar bisa tercipta solusi damai bagi Myanmar.

Baca juga: Militer Myanmar Klaim Remaja Tewas Jatuh dari Motor, CCTV Buktikan Sebaliknya 

Ketegangan di Myanmar dipicu oleh kudeta militer pada 1 Februari 2021. Ketika itu, militer yang dipimpin Panglima Min Aung Hlaing menggulingkan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi.   

Kudeta militer tersebut, langsung memancing dilakukannya unjuk rasa. Kelompok etnis bersenjata di Negara yang dulu bernama Burma, juga ikut memprotes tindakan militer Myanmar.   

Pada Rabu, 31 Maret 2021, militer Myanmar mengumumkan gencatan senjata. Namun, Militer Myanmar menyatakan akan memberikan respon keras apabila mendapati adanya aksi yang mengganggu administrasi dan keamanan pemerintahan.

Aksi yang dimaksud oleh militer Myanmar tersebut tak lain adalah gerakan pemberontakan sipil yang diinisiasi warga dan kelompok etnis bersenjata. Sejak kudeta Myanmar dimulai pada 1 Februari lalu, mereka secara aktif mendesak junta militer untuk mengakhiri kudeta dengan berbagai cara mulai dari demonstrasi hingga aksi mogok kerja.

Pengumuman gencatan senjata muncul setelah Militer Myanmar berhadapan dengan kelompok-kelompok etnis bersenjata di berbagai daerah di Myanmar. Beberapa di antaranya adalah Arakan Army di Rakhine dan Kachin Independence Army yang menyerang pos-pos Militer Myanmar di kota Shwegu.

Sumber: Reuters






2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

3 jam lalu

2.000 Pejuang Dilaporkan Tewas Melawan Junta Myanmar

NUG sebagai pemerintah sipil Myanmar yang diakui dunia, juga mendesak sekutu untuk memberikan bantuan militer seperti halnya Ukraina


Honda Monkey 125 Cherry Edition Debut di Thailand Motor Expo 2022

6 jam lalu

Honda Monkey 125 Cherry Edition Debut di Thailand Motor Expo 2022

Tabung BBM motor Honda Monkey 125 Cherry Edition dibalut warna merah anggur beraksen krem triple perak matte senada dengan spakbor dan belakang krom.


Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

2 hari lalu

Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

Seluruh biksu, termasuk ketuanya dipecat setelah terbukti menggunakan narkoba di sebuah kuil Buddha di Thailand.


Nur Hassan Wirajuda Sarankan Strategi Baru dalam Selesaikan Krisis Myanmar

3 hari lalu

Nur Hassan Wirajuda Sarankan Strategi Baru dalam Selesaikan Krisis Myanmar

Mantan Menteri Luar Negeri RI Nur Hassan Wirajuda menyarankan Indonesia untuk meninjau ulang pendekatan dalam menyelesaikan masalah Myanmar.


Menimang Kabinet Langsing Anwar Ibrahim

3 hari lalu

Menimang Kabinet Langsing Anwar Ibrahim

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim belum merampungkan kabinet rampingnya. Masalah yang akan dihadapi pemerintahnya sudah menumpuk.


Juara ARRC Thailand 2022 Andi Gilang Rayakan Kemenangan di Sirkuit Mandalika

4 hari lalu

Juara ARRC Thailand 2022 Andi Gilang Rayakan Kemenangan di Sirkuit Mandalika

Setelah berjaya di ARRC Thailand 2022, Andi Gilang menyatakan siap berlaga di kelas manapun pada musim 2023 sesuai keputusan AHRT.


Retno Marsudi Berpeluang Jadi Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar

5 hari lalu

Retno Marsudi Berpeluang Jadi Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berpeluang menjadi utusan khusus ASEAN dalam menyelesaikan krisis di Myanmar.


16 Hari Kampanye Anti-Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DKI Ciptakan Ruang Aman

6 hari lalu

16 Hari Kampanye Anti-Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DKI Ciptakan Ruang Aman

DKI Jakarta melawan kekerasan dengan berupaya mewujudkan ruang aman bagi perempuan dan anak di Jakarta.


Anggota TNI Disebut-sebut Terlibat Penganiayaan Karyawan Karaoke di Boyolali

6 hari lalu

Anggota TNI Disebut-sebut Terlibat Penganiayaan Karyawan Karaoke di Boyolali

Akibat penganiayaan itu, 6 orang karyawan mengalami luka-luka. Dua di antaranya perempuan yang merupakan kasir.


Bukan Indonesia, Keempat Negara Ini Kompak Daftarkan Kebaya Sebagai Warisan UNESCO

7 hari lalu

Bukan Indonesia, Keempat Negara Ini Kompak Daftarkan Kebaya Sebagai Warisan UNESCO

Singapura, Thailand, Brunei dan Malaysia kompak mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya ke UNESCO.