Militer Myanmar Klaim Remaja Tewas Jatuh dari Motor, CCTV Buktikan Sebaliknya

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pendemo berlari menghindari serangan dari aparat selama protes menentang kudeta militer, di Yangon, Myanmar, Ahad, 28 Maret 2021. Aparat dianggap tidak pandang bulu saat menertibkan para pendemo. REUTERS / Stringer

    Para pendemo berlari menghindari serangan dari aparat selama protes menentang kudeta militer, di Yangon, Myanmar, Ahad, 28 Maret 2021. Aparat dianggap tidak pandang bulu saat menertibkan para pendemo. REUTERS / Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah sakit militer mengklaim pada Selasa remaja Myanmar berusia 17 tahun meninggal karena terjatuh dari sepeda motornya meski kamera CCTV merekam tentara menembak mati korban dari jarak dekat.

    Rekaman CCTV memperlihatkan Kyaw Min Latt, 17 tahun, ditembak pada Sabtu di Dawei saat dia berkendara dengan dua orang pemuda lain di jalan Arzarni, portal media Myanmar Now melaporkan, dikutip 31 Maret 2021.

    Terlihat dua mobil bak terbuka yang dikendarai tentara melintas dan berhenti. Kemudian tentara keluar dari mobil dan menembaki tiga pemuda itu saat berkendara melewati mobil tentara.

    Motor itu jatuh dan dua pengendara lainnya lari. Tentara kemudian membawa Kyaw Min Latt dan membuangnya di belakang truk kedua. Dia meninggal pada Selasa pagi di rumah sakit militer di ibu kota Tanintharyi.

    Rumah sakit militer mengeluarkan sertifikat kematian yang mengatakan dia meninggal karena cedera otak primer yang parah karena jatuh dari sepeda motor. Foto-foto yang diterbitkan oleh outlet berita Dawei Watch menunjukkan luka peluru di lehernya.

    "Saya mengunjunginya di rumah sakit pada malam hari ketika dia terluka. Dia kehilangan kesadaran," kata ayahnya, Soe Soe, sebelum Kyaw Min Latt dinyatakan meninggal.

    Penembakan terhadap Kyaw Min Latt terjadi secara acak dan tidak beralasan. Dia tidak berpartisipasi dalam protes anti-kudeta ketika dia ditembak dan jalanan tampak sunyi dalam rekaman CCTV.

    Aung Zin Phyo, seorang anak berusia 18 tahun yang menjadi sukarelawan dalam aksi cepat tanggap Covid-19 Myanmar dan terbunuh dalam sebuah protes pada 27 Maret 2021, terlihat dalam foto tak bertanggal yang diperoleh oleh Reuters.[REUTERS]

    Bukan kali ini saja penembakan yang dilakukan aparat junta militer Myanmar dilakukan tanpa alasan. Tay Za Tun sedang berkendara ke Kotapraja Insein Baru ketika dia dihentikan dan ditembak oleh pasukan keamanan di halte bus Pauktawwa, kata layanan berita RFA, dikutip dari Reuters.

    Saat itu Tay Za Tun tidak melakukan unjuk rasa memprotes kudeta militer. Dia ditembak di paha dan lengan, lalu dibawa ke rumah sakit angkatan darat. Pasukan keamanan mengembalikan mayatnya kemudian.

    Bocah 13 tahun bernama Sai Wai Yan, juga dikenal sebagai Wai Yan Tun, sedang bermain di jalan belakang ketika dia ditembak dan dibunuh. Seorang tetangga mengatakan pasukan keamanan mengambil tubuhnya.

    Tentara Myanmar juga menembaki para pelayat yang menghadiri pemakaman Thae' Maung Maung, yang terbunuh selama protes di Bago, Yangon, pada Sabtu kemarin. Tidak jelas kenapa tentara menembaki pelayat.

    "Saya tidak percaya bahwa mereka juga akan menindak upacara pemakaman," kata Aye, salah satu dari mereka yang hadir kepada Reuters. Tidak jelas apakah ada laporan korban jiwa dalam penembakan ini.

    Baca juga: Aung San Suu Kyi Dikabarkan dalam Kondisi Sehat Meski Situasi Myanmar Memburuk

    Militer Myanmar merebut kekuasaan dengan mengatakan bahwa pemilu 8 November yang dimenangkan oleh partai Aung San Suu Kyi syarat kecurangan. Komisi pemilihan mengatakan pemungutan suara itu adil.

    Tentara menangkapi para pemimpin pemerintahan sipil dan pejabat Partai NLD, termasuk Aung San Suu Kyi, pada dini hari 1 Februari, beberapa jam sebelum parlemen terpilih membuka sesi pertama mereka. Sejak itu demonstrasi nasional menentang kudeta dan junta militer digelar hampir setiap hari.

    Setidaknya 521 warga sipil Myanmar telah tewas dalam protes menolak kudeta militer, 141 di antaranya terbunuh pada hari Sabtu, hari paling berdarah dari kerusuhan, menurut Assistance Association for Political Prisoners (AAPP).

    MYANMAR NOW | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.