Pfizer Ajukan Penggunaan Lebih Luas Vaksin Covid-19 untuk Remaja Usia 12 Tahun

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis mempersiapkan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech yang akan disuntikan pada warga. Otorotas Norwegia mengatakan 23 orang yang telah meninggal, 13 kematian kemungkinan bisa disebabkan, secara langsung, oleh efek samping vaksin Covid-19. REUTERS/Ciro De Luca

    Petugas medis mempersiapkan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech yang akan disuntikan pada warga. Otorotas Norwegia mengatakan 23 orang yang telah meninggal, 13 kematian kemungkinan bisa disebabkan, secara langsung, oleh efek samping vaksin Covid-19. REUTERS/Ciro De Luca

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil uji klinis vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech menunjukkan efikasi 100% dan dapat ditoleransi dengan baik pada remaja berusia 12 hingga 15 tahun, kata perusahaan itu pada Rabu

    Dalam uji coba Fase 3 terhadap 2.260 peserta berusia 12 hingga 15 tahun di AS, vaksin tersebut menimbulkan respons antibodi yang kuat satu bulan setelah dosis kedua, melebihi yang ditunjukkan pada orang berusia 16 hingga 25 tahun dalam uji coba sebelumnya, kata Pfize, dikutip dari CNN, 31 Maret 2021.

    Vaksin Pfizer saat ini disahkan di AS untuk penggunaan darurat pada orang berusia 16 tahun ke atas.

    Dalam uji coba terhadap 2.260 remaja berusia 12 hingga 15 tahun, terdapat 18 kasus Covid-19 pada kelompok yang mendapat suntikan plasebo dan tidak ada satupun pada kelompok yang mendapat vaksin, sehingga menghasilkan kemanjuran 100% dalam mencegah Covid-19, kata Prifzer, Reuters melaporkan.

    Peneliti mengamati 18 kasus Covid-19 di antara 1.129 peserta yang diberi plasebo, dan tidak ada yang terinfeksi Covid-19 di antara 1.131 relawan yang mendapat vaksin.

    Namun data tersebut belum mendapat tinjauan rekan sejawat (peer reviewed).

    Seorang wanita hamil menerima vaksin Covid-19 di Schwenksville, Pennsylvania, AS, 11 Februari 2021. Para wanita hamil tersebut disuntik vaksin Covid-19 produksi Pfizer-BioNTech. REUTERS/Hannah Beier

    Pfizer/BioNTech berencana untuk mengirimkan data ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS secepat mungkin untuk perluasan izin penggunaan darurat dari vaksin dua dosis.

    Berdasarkan laporan ini, Pfizer Inc dan BioNTech SE mengatakan vaksin corona mereka aman dan efektif serta menghasilkan respons antibodi yang kuat pada anak usia 12 hingga 15 tahun.

    Pfizer berharap vaksinasi kelompok tersebut dapat dimulai sebelum tahun ajaran berikutnya, kata Albert Bourla, ketua dan kepala eksekutif Pfizer.

    Vaksin itu dapat ditoleransi dengan baik, dengan efek samping yang sejalan dengan yang terlihat di antara mereka yang berusia 16 hingga 25 tahun dalam percobaan orang dewasa.

    Baca juga: Pfizer Mulai Uji Klinis Vaksin Covid-19 pada Bayi dan Anak-anak

    Laporan Pfizer tidak mencantumkan efek samping untuk kelompok yang lebih muda, tetapi efek samping percobaan orang dewasa umumnya ringan sampai sedang dan termasuk nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, demam dan kelelahan.

    Bourla mengatakan perusahaan berencana untuk meminta otorisasi darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS dalam beberapa minggu mendatang dan kepada regulator lain di seluruh dunia.

    Ia berharap vaksinnya bisa mulai memvaksinasi kelompok usia itu sebelum dimulainya tahun ajaran berikutnya.

    Minggu lalu, Pfizer memberikan dosis vaksin Covid-19 pertama dalam serangkaian uji coba yang menguji vaksin pada anak-anak yang lebih muda, yang pada akhirnya akan diberikan kepada bayi berusia 6 bulan.

    CNN | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.