Cegah Pandemi Serupa COVID-19 Terulang, 23 Negara Susun Perjanjian Bersama

ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca mengandung sel molekul virus corona Covid-19 asal Inggris yang telah mengalami mutasi RNA menjadi varian baru. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin dari 23 negara dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sepakat untuk merealisasikan ide membuat perjanjian internasional terkait penanganan pandemi. Hal tersebut sebagai langkah antisipasi misalkan di masa depan nanti terjadi lagi pandemi dengan skala serupa atau setara COVID-19.

Ide perjanian itu sendiri tercetus dari salah satu pimpinan Uni Eropa, Charles Michel. Ia mengungkapkannya pada pertemuan G20 November lalu. Selasa ini, puluhan negara mendukungnya yang beberapa di antaranya adalah Fiji, Portugal, Inggirs, Prancis, Jerman, Korea, Afrika Selatan, Spanyol, Serbia, Indonesia, dan banyak lagi.

"Pandemi baru atau situasi darurat kesehatan akan terjadi lagi suatu saat nanti. (Belajar dari pandemi COVID-19) Tidak ada satupun negara ataupun agensi multilateral yang bisa menghadapi situasi itu sendirian. Kami percaya bahwa negara-negara perlu bekerja sama, membuat kesepakatan baru," uja pernyataan bersama ke-23 negara dan WHO, Reuters, Selasa, 30 Maret 2021.

Rancangan kasar perjanjian tersebut sudah ada dan meliputi beberapa poin. Salah satunya soal kesetaraan askes ke vaksin, obat-obatan, serta layanan kesehatan. Hal itu berkaca pada masih timpangnya distribusi vaksin COVID-19 sejak dimulai pada Desember lalu.

Selain soal kesetaraan akses, juga ada poin-poin soal sistem peringatan dini, pembagian data riset, distribusi serta produksi vaksin, diagnostik, dan penyediaan alat pelindung diri untuk tenaga medis. Semangat yang ingin ditekankan, menurut ke-23 negara dan WHO, adalah transparansi, tanggung jawab, dan kooperasi penanganan pandemi yang bersifat global dan terintegrasi.

"Kami menyakini bahwa memastikan kita semua belajar dari pengalaman pandemi COVID-19 adalah tanggung jawab pemimpin negara manapun," ujar pernyataan bersama mereka.

Per berita ini ditulis, tercatat ada 128 juta kasus serta 2,8 juta kematian akibat COVID-19 secara global. Adapun jumlah pasien yang sembuh ada 103 juta orang.

Baca juga: Asal-usul Virus Corona, WHO dan Cina Yakin Manusia Tertular dari Hewan Perantara

ISTMAN MP | REUTERS






Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

14 jam lalu

Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

Calon penumpang di Stasiun Sukabumi itu marah karena ditolak naik KA Pangrango karena belum vaksin. Merusak kaca loket dan melukai seorang petugas.


Akan Diujicoba, Calon Vaksin Ebola Tiba di Uganda

21 jam lalu

Akan Diujicoba, Calon Vaksin Ebola Tiba di Uganda

Wabah ebola telah menginfeksi 142 orang di Uganda, dan menyebabkan sedikitnya 56 orang meninggal.


Capaian Vaksinasi Booster Kedua Rendah, DKI Bicara Soal Reward dan Punishment

1 hari lalu

Capaian Vaksinasi Booster Kedua Rendah, DKI Bicara Soal Reward dan Punishment

Capaian vaksinasi booster kedua tergolong rendah. Dinas Kesehatan Jakarta merasa sulit menyadarkan warga. Harus diiming-imingi reward dan punishment.


Konser DWP 2022 Dimulai Hari Ini, Polisi Siapkan Pengamanan Sesuai SOP

1 hari lalu

Konser DWP 2022 Dimulai Hari Ini, Polisi Siapkan Pengamanan Sesuai SOP

Festival Musik Djakarta Warehouse Project atau DWP bakal digelar hari ini, 9 Desember 2022. Polisi telah menyiapkan pengamanan dengan mengacu pada SOP


Top Metro Malam: Anies Baswedan Barter Lahan dan Realisasi Pendapatan Jakarta Rendah

1 hari lalu

Top Metro Malam: Anies Baswedan Barter Lahan dan Realisasi Pendapatan Jakarta Rendah

Berita mengenai Anies Baswedan, rendahnya realisasi pendapatan Jakarta, hingga vaksinasi booster malam hari paling banyak dicari di kanal Metro Tempo.


DKI Buka Sentra Vaksin Covid-19 Malam Hari untuk Genjot Vaksinasi Booster Kedua

1 hari lalu

DKI Buka Sentra Vaksin Covid-19 Malam Hari untuk Genjot Vaksinasi Booster Kedua

Dinas Kesehatan Jakarta membuka sentra vaksin Covid-19 pada sore dan malam hari. Tujuannya untuk menggenjot vaksinasi booster kedua.


Twitter Hentikan Kebijakan Informasi COVID-19 yang Menyesatkan

1 hari lalu

Twitter Hentikan Kebijakan Informasi COVID-19 yang Menyesatkan

Twitter secara diam-diam berhenti memberlakukan kebijakan informasi COVID-19 yang menyesatkan.


Vaksin Booster Kedua Diakselerasi, DKI: Kasus Meninggal Covid-19 Akibat Komorbid Berat

1 hari lalu

Vaksin Booster Kedua Diakselerasi, DKI: Kasus Meninggal Covid-19 Akibat Komorbid Berat

Vaksin booster kedua untuk menekan penularan COVID-19 khususnya bagi masyarakat pemilik penyakit penyerta.


Piala Dunia Qatar, Suporter Negara Lain Diminta Waspada Flu Unta

1 hari lalu

Piala Dunia Qatar, Suporter Negara Lain Diminta Waspada Flu Unta

MERS adalah satu dari delapan risiko infeksi potensial yang secara teoritis dapat muncul selama Piala Dunia Qatar 2022.


Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

1 hari lalu

Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

Covid-19 telah bermutasi menjadi kasus dengan gejala ringan.