Dewan Keamanan PBB Akan Rapat Bahas Myanmar


TEMPO.CO, Jakarta - Inggris menyerukan agar digelar rapat darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas situasi saat ini di Myanmar. Sepanjang akhir pekan lalu, puluhan demonstran anti-kudeta militer Myanmar, tewas.   

Menurut utusan khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, rencananya ke-15 anggota Dewan Keamanan PBB akan memulai rapat tertutup pada Rabu, 31 Maret 2021. Rapat akan membahas situasi terkini di negara yang dulu bernama Burma.

Masih belum ada kejelasan apakah Dewan Keamanan PBB akan menyetujui deklarasi baru pada akhir rapat nanti. Sebab untuk mencapai kata sepakat, dibutuhkan suara bulat dari semua anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk Rusia dan Cina.

Baca juga: Utusan PBB di Myanmar Minta Dewan Keamanan Segera Bertindak 

Sebelumnya pada 10 Maret 2021, Dewan Keamanan PBB untuk pertama kali menerbitkan sebuah deklarasi, yang mengecam angkatan bersenjata Myanmar atas penggunaan kekerasan dalam menghadapi demonstran, termasuk perempuan dan anak-anak.

Deklarasi itu dipimpin oleh Inggris, namun Dewan Keamanan PBB masih belum menyetujui penjatuhan sanksi internasional kepada Myanmar. Hal itu kemungkinan karena ditentang oleh Cina dan Rusia. Akan tetapi, negara Asia lainnya seperti India dan Vietnam, juga menentangnya (penjatuhan sanksi).       

Myanmar adalah negara bekas jajahan Inggris. Pada 4 Februari 2021, Dewan Keamanan menyuarakan kekhawatiran atas kudeta militer di Myanmar dan menyerukan agar semua tahanan politik, termasuk Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi segera dibebaskan. PBB menyebut setidaknya ada 107 orang, termasuk tujuh anak-anak yang tewas pada Sabtu 27 Maret 2021.  

Sumber: channelnewsasia.com






Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

1 jam lalu

Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

Kementerian Luar Negeri masih akan menunggu KTT ASEAN pada November 2022 dalam memberi pengakuan ke Pemerintah sementara Myanmar


Cerita Luhut Binsar Panjaitan di Buku Biografi: Masa Kecil, Dikejar Babi, Suka Berkelahi

1 jam lalu

Cerita Luhut Binsar Panjaitan di Buku Biografi: Masa Kecil, Dikejar Babi, Suka Berkelahi

Buku Biografi Luhut Binsar Pandjaitan berjudul "Luhut" diluncurkan.


Myanmar Hukum Sutradara Jepang 10 Tahun Penjara

1 hari lalu

Myanmar Hukum Sutradara Jepang 10 Tahun Penjara

Pengadilan Myanmar yang dikuasai junta militer, telah memenjarakan seorang pembuat film dokumenter Jepang.


68 Tahun Bob Geldof, Penggagas Konser Live AId Ini Pernah Kecam Aung San Suu Kyi

1 hari lalu

68 Tahun Bob Geldof, Penggagas Konser Live AId Ini Pernah Kecam Aung San Suu Kyi

Bob Geldof penyanyi, penulis lagu, aktor dan aktivis sosial-politik. Ia pernah mengecam Aung San Suu Kyi. Apa alasannya?


Militer Amerika Serikat Klaim Telah Menumpas Pimpinan Kelompok Al Shabaab

2 hari lalu

Militer Amerika Serikat Klaim Telah Menumpas Pimpinan Kelompok Al Shabaab

Militer Amerika Serikat mengklaim telah membunuh seorang pemimpin kelompok radikal al Shabaab dalam sebuah serangan udara sepanjang akhir pekan lalu


Kapal Pesiar Diduga Milik Miliarder Asal Rusia yang Kena Sanksi Bakal Dilelang

3 hari lalu

Kapal Pesiar Diduga Milik Miliarder Asal Rusia yang Kena Sanksi Bakal Dilelang

Kapal pesiar mewah diduga milik miliarder asal Rusia, Igor Kasaev, dilelang. Kasaev dikenai sanksi dampak invasi Rusia ke Ukraina.


Tindak Keras Demonstran Kematian Mahsa Amini, Iran Bakal Dijatuhi Sanksi oleh 6 Negara Uni Eropa

4 hari lalu

Tindak Keras Demonstran Kematian Mahsa Amini, Iran Bakal Dijatuhi Sanksi oleh 6 Negara Uni Eropa

Jerman, Prancis, Denmark, Spanyol, Italia, dan Republik Ceko mengajukan usulan sanksi Uni Eropa terhadap Iran karena menekan unjuk rasa Mahsa Amini


Chad Mundurkan Pemilu Sampai 2 Tahun

4 hari lalu

Chad Mundurkan Pemilu Sampai 2 Tahun

Rencana baru yang disetujui pada Sabtu, 1 Oktober 2022, menyepakati pemilu Presiden Chad mundur selama dua tahun.


Burkina Faso Memanas, Kebakaran Terjadi di Kedutaan Prancis

5 hari lalu

Burkina Faso Memanas, Kebakaran Terjadi di Kedutaan Prancis

Kebakaran terjadi di kedubes Prancis di Burkina Faso, diduga karena negara itu melindungi Presiden Paul-Henri Damida yang dikudeta


Kapten Tentara Gulingkan Presiden Berpangkat Letkol di Burkina Faso

6 hari lalu

Kapten Tentara Gulingkan Presiden Berpangkat Letkol di Burkina Faso

Seorang tentara berpangkat kapten menggulingkan Presiden Burkina Faso, Paul-Henri Damiba, tentara berpangkat Letkol yang melakukan kudeta, Januari