Asal-usul Virus Corona, WHO dan Cina Yakin Manusia Tertular dari Hewan Perantara

Orang-orang dengan pakaian pelindung berjalan di luar hotel tempat anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas menyelidiki asal-usul pandemi virus corona (COVID-19) dikarantina, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 28 Januari 2021. [REUTERS / Thomas Peter]

TEMPO.CO, Jakarta - Studi gabungan WHO dan Cina tentang asal-usul virus corona mengatakan penularan virus dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain adalah skenario yang paling mungkin terjadi dan kebocoran laboratorium "sangat tidak mungkin", menurut laporan Associated Press melaporkan pada Senin.

Temuan ini sebagian besar seperti yang diharapkan dan meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab, dan tim mengusulkan penelitian lebih lanjut di setiap area kecuali hipotesis kebocoran laboratorium, mengutip salinan draf yang diperoleh oleh Associated Press, dikutip dari Reuters, 29 Maret 2021.

Rilis laporan tersebut telah berulang kali ditunda, menimbulkan pertanyaan tentang apakah pihak Cina dari studi tersebut mencoba untuk memutarbalikkan kesimpulan untuk mencegah kesalahan atas pandemi yang menimpa Cina.

Seorang pejabat WHO mengatakan akhir pekan lalu bahwa dia mengharapkan laporan itu akan siap untuk dirilis "dalam beberapa hari mendatang", ABC Australia melaporkan.

Associated Press menerima versi yang tampaknya mendekati final pada hari Senin dari seorang diplomat yang berbasis di Jenewa dari negara anggota WHO.

Tidak jelas apakah laporan itu mungkin masih diubah sebelum dirilis.

Petugas keamanan berjaga di depan pasar saat tim WHO penyelidik asal-usul virus corona mengunjungi pasar makanan laut Huanan di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, Ahad, 31 Januari 2021. Pasar Huanan masih berperan dalam menelusuri asal-usul virus, sejak cluster kasus pertama teridentifikasi di sana. REUTERS/Thomas Peter

Sebelumnya pada Jumat, pejabat Cina memberi tahu para diplomat di Beijing tentang empat kemungkinan cara virus corona tiba di Wuhan.

Dikutip dari Axios, Feng Zijian, wakil direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina, sebelumnya mengidentifikasi empat kemungkinan asal Covid-19: kelelawar yang membawa virus menginfeksi seseorang, kelelawar menginfeksi mamalia yang kemudian menularkannya kepada seseorang, virus berasal dari produk atau makanan beku, virus bocor dari laboratorium Wuhan yang sedang meneliti virus.

Sampai laporan yang dungkapkan AP, tim tampaknya menyimpulkan bahwa penularan melalui hewan kedua sangat mungkin terjadi.

Mereka mengevaluasi kemungkinan penyebaran langsung dari kelelawar ke manusia, dan mengatakan bahwa penyebaran melalui produk makanan beku adalah sangat mungkin tetapi peluangnya kecil.

Baca juga: Tim WHO: Penyebaran Virus Corona di Wuhan Sudah Meluas Sejak Awal

Kerabat terdekat dari virus penyebab Covid-19 telah ditemukan pada kelelawar, yang diketahui membawa virus corona.

Namun, laporan tersebut mengatakan bahwa "jarak evolusi antara virus kelelawar ini dan SARS-CoV-2 diperkirakan beberapa dekade, menunjukkan adanya hubungan yang hilang."

Dikatakan bahwa virus yang sangat mirip telah ditemukan di trenggiling, tetapi juga dicatat bahwa cerpelai dan kucing rentan terhadap virus Covid, yang menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi pembawa virus corona baru.

Laporan dugaan asal-usul virus corona itu sebagian besar didasarkan pada kunjungan tim ahli internasional WHO ke Wuhan, kota di Cina tempat Covid-19 pertama kali terdeteksi, dari pertengahan Januari hingga pertengahan Februari.

REUTERS | ASSOCIATED PRESS | AXIOS | ABC






Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

7 jam lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

16 jam lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

1 hari lalu

PPKM Level 1 di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 7 November

Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali


Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

2 hari lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Menkes: Timing dari WHO

Menkes Budi Gunadi mengaku dapat perintah dari Presiden Jokowi untuk koordinasi dengan WHO soal status pandemi Covid-19.


Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

2 hari lalu

Jokowi Bilang Pandemi Covid-19 Segera Usai, Menkes: WHO yang Tentukan Waktunya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa nanti keputusan menyatakan pandemi Covid-19 berakhir tetap ada di tangan WHO


DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

3 hari lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

3 hari lalu

Solidaritas dan Donor Darah Penghuni Apartemen Lavande

Ratusan penghuni Apartemen Lavande Residences, Jakarta Selatan mengikuti kegiatan donor darah bertempat di lantai dasar apartemen.


Serba Serbi Meningitis: Penyebab, Gejala dan Proses Pengobatannya

3 hari lalu

Serba Serbi Meningitis: Penyebab, Gejala dan Proses Pengobatannya

Meningitis yang disebabkan virus dan jamur, sama bahayanya. Ketahui penyebab dan gejala serta bagaimana proses pengobatannya.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

5 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

5 hari lalu

Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru yang mengacu pada aturan purchasing power parities (PPP) 2017.