Eks Kepala Polisi Malaysia Blak-blakan Soal Korupsi Para Jenderal

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang polisi mengenakan Smart Helmet saat berjaga di dalam kereta, di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Oktober 2020. Smart Helmet ini mampu mengukur suhu tubuh penumpang dari kejauhan. REUTERS/Lim Huey Teng

    Seorang polisi mengenakan Smart Helmet saat berjaga di dalam kereta, di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Oktober 2020. Smart Helmet ini mampu mengukur suhu tubuh penumpang dari kejauhan. REUTERS/Lim Huey Teng

    TEMPO.CO, - Eks Kepala Kepolisian Malaysia blak-blakan soal dugaan budaya korupsi di antara para pejabat tinggi. Pernyataannya ini pun membuat gempar negeri jiran itu.

    Beberapa pekan sebelum pensiun pada Mei mendatang, Inspektur Jenderal Polisi (IGP) Abdul Hamid Bador mengatakan dia mengetahui para mantan kepala polisi yang diduga menggunakan anak buahnya untuk korupsi. Namun ia enggan membeberkan secara terbuka siapa yang ia tuduh.

    "Saya mendesak personel saya untuk mengakhiri budaya (korupsi) ini dan sadar. Budaya mengambil uang dari bawah ke atas, untuk IGP," katanya seperti dikutip dari Asia One, Ahad, 27 Maret 2021.

    Menurut Hamid, banyak petugas di lapangan yang sebenarnya mengetahui praktek ini namun takut mengambil tindakan. Ia mengklaim, para perwira senior polisi yang sudah pensiun itu masih berusaha mempertahankan pengaruhnya.

    "Hanya perlu satu apel buruk untuk menghancurkan seluruh institusi, tetapi dapatkah Anda bayangkan jika kami memiliki ratusan?" ucap dia.

    Kepolisian Malaysia telah lama dianggap sebagai institusi yang sarat korupsi. Namun pengakuan dari Hamid itu semakin mempertegas keadaan yang sebenarnya.

    Hamid dibawa kembali ke kepolisian untuk memimpin Cabang Khusus menyusul kemenangan pemilihan Pakatan Harapan pada Mei 2018. Dia adalah wakil direktur Cabang Khusus pada 2015, ketika dia dan beberapa pejabat senior pemerintah dicopot lantaran menyelidiki kasus 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Dia dipindahkan ke Departemen Perdana Menteri dan segera memilih pensiun dini.

    Hamid mengatakan ada sindikat dalam kekuatan yang berusaha menggulingkannya guna mendominasi institusi kepolisian demi memungkinkan mereka melakukan pekerjaan kotor untuk keuntungan pribadi mereka.

    Menteri Dalam Negeri Malaysia Hamzah Zainudin mengatakan ini adalah pertama kalinya dia mendengar klaim budaya korupsi di instansi kepolisian. Ia mendesak Hamid untuk melaporkan masalah tersebut ke Komisi Kepolisian (PFC).

    Baca juga: Malaysia Tunda Rencana Deportasi Warga Myanmar

    Sumber: ASIAONE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.