20.000 Meter Kubik Pasir Dikeruk untuk Bebaskan Kapal Ever Given di Terusan Suez

Para pekerja terlihat di samping kapal kontainer yang diterjang angin kencang dan kandas di Terusan Suez, Mesir 24 Maret 2021. Pelabuhan Alexandria dan Dekheila Mesir, yang keduanya terletak di sepanjang Mediterania, ditutup pada Rabu karena kondisi cuaca buruk, kata Otoritas Pelabuhan Alexandria. [Otoritas Terusan Suez / Selebaran melalui REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta -  Otoritas Terusan Suez perlu mengeruk 20.000 kubik meter pasir di tepian kanal agar bisa mengevakuasi kapal Ever Given yang terjebak dan membuat macet arus pelayaran.

Ever Given, sebuah kapal kontainer yang panjangnya hampir setinggi Empire State Building di New York atau 400 meter, kandas di kanal Mesir setelah terjebak karena angin 40 knot dan badai pasir yang menyebabkan jarak pandang yang rendah dan navigasi yang buruk.

Kapal Ever Given dimiliki oleh perusahaan pelayaran Jepang Shoei Kisen KK. Pemilik kapal berharap dapat mengevakuasi kembali kapal pada Sabtu malam waktu Jepang, berbeda dengan perkiraan para ahli perkapalan bahwa dibutuhkan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu untuk membebaskan kapal berbobot 224.000 ton itu.

"Targetnya adalah untuk mengapungkan kembali kapal kontainer pada Sabtu malam waktu setempat," kata Toshiaki Fujiwara, direktur pelaksana senior perusahaan, dikutip dari CNN, 26 Maret 2021.

Kapal ini telah memblokir salah satu saluran air tersibuk di dunia, mendorong upaya penyelamatan panik termasuk penggunaan dua kapal keruk, sembilan kapal tunda dan empat penggali di tepi kanal.

Pemandangan lebih dekat dari kapal kontainer Ever Given 400 meter berbobot 224.000 ton, disewa oleh Evergreen Marine Corp Taiwan, terlihat memblokir Terusan Suez di European Space Agency Copernicus Sentinel-2 citra satelit didistribusikan atas izin Maxar Technologies diambil 24 Maret 2021 Ever Given seberat 400 meter dengan berat 224.000 ton kandas pada Selasa pagi setelah kehilangan kemampuan mengemudi di tengah angin kencang dan badai debu, kata Otoritas Terusan Suez (SCA). [Citra Satelit Copernicus Sentinel-2 Badan Antariksa Eropa / melalui Maxar Technologies / Handout melalui REUTERS]

Kapal keruk bekerja keras menghilangkan pasir dan lumpur dari haluan kapal, dan mereka harus memindahkan pasir antara 15.000 hingga 20.000 meter kubik untuk mencapai kedalaman 12 hingga 16 meter, yang memungkinkan kapal mengapung.

Otoritas Terusan Suez (SCA) mengatakan upaya untuk membebaskan kapal dengan kapal tunda akan dilanjutkan segera setelah operasi pengerukan di haluannya untuk menghilangkan 20.000 meter kubik pasir selesai, Reuters melaporkan.

Besaran volume pasir yang dikeruk kira-kira sebanding delapan kali ukuran kolam renang Olimpiade, menurut CNN.

Upaya untuk membebaskan kapal Ever Given mungkin membutuhkan waktu berminggu-minggu dan dipersulit oleh kondisi cuaca yang tidak stabil, mengancam penundaan yang mahal bagi perusahaan yang sudah berurusan dengan pembatasan Covid-19.

SCA mengatakan pihaknya menyambut baik tawaran AS untuk membantu. Turki juga mengatakan dapat mengirim kapal ke kanal, di tengah dorongan baru-baru ini oleh Ankara untuk memperbaiki hubungan dengan Mesir setelah permusuhan bertahun-tahun.

Data pelacakan kapal mengungkapkan kemacetan lalu lintas kapal yang besar di kedua sisi kapal Ever Given di Terusan Suez, Mesir, 24 Maret 2021.[REUTERS]

Penangguhan lalu lintas melalui saluran sempit yang menghubungkan Eropa dan Asia telah memperdalam masalah bagi jalur pelayaran yang sudah menghadapi gangguan terkait virus Corona dalam memasok barang eceran ke konsumen.

Sekitar dua lusin kapal dapat dilihat dari pantai Port Said pada Jumat pagi, menurut seorang saksi mata Reuters.

Harga minyak naik 2% menjadi lebih dari US$ 63 (Rp 908.454) per barel pada hari Jumat karena lebih dari total 30 kapal tanker minyak telah menunggu di kedua sisi kanal sejak Selasa, menurut data pengiriman di Refinitiv.

Namun, penundaan terjadi pada saat permintaan musiman yang rendah untuk minyak mentah dan gas alam cair (LNG), yang kemungkinan akan mengurangi dampak pada harga, kata para analis.

Baca juga: Terusan Suez Masih Macet, Sejumlah Kapal Alihkan Rute Pelayaran

Perusahaan intelijen data Kpler mengatakan 10 kapal tanker minyak mentah sedang menunggu masuk ke kanal. Sekitar 4 juta barel yang sebagian besar merupakan Campuran BPK Kazakh dan beberapa Ural Rusia sedang menunggu bersama dengan kapal tanker yang membawa minyak Libya, Azeri dan beberapa minyak mentah Laut Utara untuk penyulingan Asia, kata para pedagang.

Operator jalur pipa SUMED Mesir dengan cepat mendekati pedagang minyak mentah untuk melihat apakah mereka ingin memesan ruang di sistem, tetapi sejauh ini, pedagang lebih suka menunggu untuk menghindari biaya tambahan yang tinggi.

Analis memperkirakan dampak harga yang lebih besar pada kapal tanker kecil yang membawa produk minyak, seperti nafta dan bahan bakar minyak, untuk ekspor dari Eropa ke Asia, jika Terusan Suez tetap ditutup selama berminggu-minggu.

CNN | REUTERS






Gaya Suki Waterhouse dan Robert Pattinson Debut di Karpet Merah setelah 4 Tahun Pacaran

1 hari lalu

Gaya Suki Waterhouse dan Robert Pattinson Debut di Karpet Merah setelah 4 Tahun Pacaran

Suki Waterhouse dan Robert Pattinson menghadiri peragaan busana Dior di Giza, Mesir.


Erdogan Berjabat Tangan dengan El-Sisi di Piala Dunia Qatar

15 hari lalu

Erdogan Berjabat Tangan dengan El-Sisi di Piala Dunia Qatar

Hubungan Turki dan Mesir tegang sejak Abdel Fattah el-Sisi memimpin penggulingan Presiden Muhammad Mursi yang didukung oleh Erdogan pada 2013.


COP27 Sepakati Dana Iklim, tapi Minim Komitmen Atasi Emisi

15 hari lalu

COP27 Sepakati Dana Iklim, tapi Minim Komitmen Atasi Emisi

KTT Iklim PBB COP27 setujui bantuan pendanaan iklim bagi negara-negara miskin. Upaya untuk mengatasi kerusakan masih belum maksimal.


Kapal Tanker Milik Taipan Israel Diserang Drone Bersenjata di Lepas Pantai Oman

20 hari lalu

Kapal Tanker Milik Taipan Israel Diserang Drone Bersenjata di Lepas Pantai Oman

Sebuah kapal tanker minyak milik perusahaan taipan Israel diserang oleh drone pembawa bom di lepas pantai Oman


Dua Gadis Mesir Tewas Dipenggal, Mayatnya Ditemukan di Selokan Kamp Pengungsi Suriah

20 hari lalu

Dua Gadis Mesir Tewas Dipenggal, Mayatnya Ditemukan di Selokan Kamp Pengungsi Suriah

Mayat dua gadis yang dipenggal ditemukan di selokan kamp pengungsi Suriah di al-Hol , yang menampung orang-orang yang terkait dengan ISIS.


Produk Indonesia Bumbu dan Makanan Minuman Hadir Lagi di Pameran Dagang HACE Hotel Expo Mesir

20 hari lalu

Produk Indonesia Bumbu dan Makanan Minuman Hadir Lagi di Pameran Dagang HACE Hotel Expo Mesir

Kehadiran Indonesia dalam pameran tersebut diwakili oleh salah satu importir Mesir yang loyal mengimpor produk makanan minuman, dan bumbu masakan.


Mesir Mata-Matai Delegasi Jerman di COP27 , Tersinggung Ucapan Scholz?

22 hari lalu

Mesir Mata-Matai Delegasi Jerman di COP27 , Tersinggung Ucapan Scholz?

Polisi Jerman memperingatkan delegasi negara mereka di KTT COP27 dimata-matai oleh agen Mesir, diduga karena Scholz singgung tahanan mogok makan


Mesir Dituding Menyadap Ponsel Delegasi COP27

23 hari lalu

Mesir Dituding Menyadap Ponsel Delegasi COP27

Mesir sebagai tuan rumah pembicaraan konferensi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), COP27, dituding menyadap ponsel delegasi via aplikasi resmi


Minibus Jatuh ke Kanal di Mesir, 19 Orang Tewas

24 hari lalu

Minibus Jatuh ke Kanal di Mesir, 19 Orang Tewas

Kecelakaan lalu lintas sering terjadi di Mesir. Pada tahun lalu saja, sekitar 7.000 orang tewas di jalanan negara terpadat di dunia Arab itu.


Mahasiswa BSI Wakili Suara Anak Muda Indonesia di COP27 Mesir

29 hari lalu

Mahasiswa BSI Wakili Suara Anak Muda Indonesia di COP27 Mesir

di COP27, Daffa antara lain akan mengikuti beberapa proses perundingan dengan pemerintah secara global.