Lukisan Vincent van Gogh yang Jarang Dilihat Publik Laku Rp 271 Miliar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lukisan karya Vincent van Gogh, Scne de rue  Montmartre (Impasse des deux frres et le Moulin  Poivre), tahun 1887.[Sotheby's/Art Digital Studio/ArtNews]

    Lukisan karya Vincent van Gogh, Scne de rue Montmartre (Impasse des deux frres et le Moulin Poivre), tahun 1887.[Sotheby's/Art Digital Studio/ArtNews]

    TEMPO.CO, Jakarta - Lukisan pemandangan pedesaan Prancis karya Vincent van Gogh yang jarang dilihat oleh publik, laku terjual 16 juta euro lebih (Rp 271 miliar) pada lelang Kamis kemarin.

    Lukisan berjudul "Pemandangan jalan di Montmartre" atau Scène de rue à Montmartre, tidak pernah dilihat oleh publik karena disimpan dalam koleksi pribadi keluarga Prancis selama seabad.

    Scène de rue à Montmartre dilukis oleh sang Maestro pada musim semi 1887, tiga tahun sebelum pelukis Belanda itu diyakini mati bunuh diri.

    Lukisan itu terjual dua kali lipat dari perkiraan tertinggi balai lelang sebesar 8 juta euro (Rp 135,8 miliar) selama penjualan di Balai Lelang Sotheby di Paris, menurut laporan CNN, 26 Maret 2021.

    Sotheby menggelar malam lelang pada Kamis untuk karya seni impresionis dan seni modern yang menghasilkan total 36,5 juta euro (Rp 620,2 miliar) dengan premi, dengan menawarkan karya lukisan dari Edgar Degas dan René Magritte, di antara banyak lainnya, selain karya Van Gogh, menurut majalah seni Art News.

    Dipimpin oleh juru lelang Aurélie Vandevoorde, direktur Impresionis dan seni modern Sotheby di Paris, lelang tersebut merealisasikan tingkat sell-through rate (STR) sebesar 88 persen dari 31 lot yang terjual.

    Lukisan Van Gogh menunjukkan orang-orang Paris berjalan melalui lanskap pedesaan yang sepi di Montmartre, sebuah distrik bersejarah yang saat ini menjadi salah satu tujuan paling populer di kota itu.

    "Saat kami melihat lukisan ini untuk pertama kalinya, kami langsung terpikat," kata Claudia Mercier dan Fabien Mirabaud dari balai lelang Mirabaud Mercier di Paris, yang menemukan karya tersebut, dikutip dari CNN.

    "Dengan senang hati kami sekarang dapat mempersembahkan ini kepada dunia, setelah disimpan oleh keluarga Prancis yang sama selama seabad," kata mereka dalam sebuah pernyataan sebelum penjualan.

    Lukisan "Scene de rue a Montmartre" karya pelukis Vincent Van Gogh (REUTERS/CHRISTIAN HARTMANN)

    Lukisan itu adalah bagian dari rangkaian karya yang mewakili Moulin de la Galette yang terkenal, kincir angin yang diubah menjadi aula dansa di Montmartre. Distrik ini masih populer di kalangan wisatawan dan penduduk setempat karena suasana desanya, tetapi jalan-jalan di sekitarnya telah dibangun dan sekarang jauh berbeda dari pemandangan dalam lukisan itu.

    Baca juga: Surat Pelukis Vincent van Gogh Terjual Rp 3.4 Miliar, Apa Isinya?

    Sotheby's mengatakan lukisan itu menyediakan pintu gerbang ke Montmartre pada akhir abad ke-19, ketika pabrik usang itu menjadi tempat wisata dan tempat rekreasi tempat warga Paris bertemu untuk minum, menari, dan bersantai.

    "Sangat sedikit lukisan dari Periode Montmartre Van Gogh yang tetap berada di tangan pribadi, dengan sebagian besar karyanya sekarang disimpan di koleksi museum bergengsi di seluruh dunia," kata Aurélie Vandevoorde dan Etienne Hellman, direktur senior departemen Impresionis dan Seni Modern di Sotheby's Prancis, yang menangani penjualan tersebut, dalam sebuah pernyataan bulan lalu.

    "Munculnya karya kaliber ini di pasar dan dari seri ikonik seperti itu tidak diragukan lagi merupakan peristiwa besar, dan memang peluang bagi kolektor seniman dan pasar seni secara lebih luas."

    Vincent Van Gogh diremehkan sepanjang karir hidupnya. Dia meninggal pada tahun 1890, diduga setelah menembak dirinya sendiri. Pistol berkarat yang digunakan Vincent van Gogh untuk bunuh diri ditemukan dan dijual pada 2019.

    CNN | ART NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.