Burberry Kena Imbas Pertama Boikot Cina karena Protes Kerja Paksa di Xinjiang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria berjalan melewati toko fashion mewah Burberry di sebuah pusat perbelanjaan di Beijing, Cina 26 Maret 2021. [REUTERS / Tingshu Wang]

    Seorang pria berjalan melewati toko fashion mewah Burberry di sebuah pusat perbelanjaan di Beijing, Cina 26 Maret 2021. [REUTERS / Tingshu Wang]

    TEMPO.CO, Jakarta - Burberry menjadi perusahaan pertama yang terkena dampak boikot di Cina karena memprotes penggunaan tenaga kerja paksa di Xinjiang.

    Burberry telah kehilangan duta merek Cina dan ciri khas desain tartannya dihapus dari video game populer, menjadi merek mewah pertama yang diserang oleh reaksi Cina perihal pelanggaran HAM di Xinjiang.

    Dikutip dari CNN, kemarahan bermula setelah sebuah kelompok yang terkait dengan Partai Komunis Cina yang berkuasa mengunggah pernyataan dari H&M tentang Xinjiang di situs media sosial Cina, Weibo. Dalam pernyataan yang dirilis pada September, H&M mengatakan bahwa mereka "sangat prihatin" atas laporan kerja paksa dalam produksi kapas di Xinjiang.

    Tidak jelas mengapa pernyataan H&M kembali ke mata publik, tetapi insiden ini bertepatakan ketika ketegangan diplomatik antara Cina dan Barat telah meningkat. Alhasil, perusahaan fashion dari negara Barat seperti H&M, Nike, Adidas, Burberry dan merek dagang besar lainnya diancam dengan seruan boikot di Cina.

    Cina pada hari Jumat memberikan sanksi kepada organisasi dan individu di Inggris atas apa yang disebutnya "kebohongan dan disinformasi" tentang Xinjiang, beberapa hari setelah Inggris menjatuhkan sanksi atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang, dikutip dari Reuters, 26 Maret 2021.

    Burberry adalah anggota dari Better Cotton Initiative, sebuah kelompok yang mempromosikan produksi kapas berkelanjutan, yang mengatakan pada Oktober pihaknya menangguhkan persetujuannya atas kapas yang bersumber dari Xinjiang, dengan alasan masalah hak asasi manusia.

    Aktris Cina pemenang penghargaan Zhou Dongyu mengakhiri kontraknya dengan Burberry sebagai duta merek, karena Burberry belum "secara jelas dan terbuka menyatakan pendiriannya terhadap kapas dari Xinjiang," kata agensinya pada hari Kamis, Reuters melaporkan.

    Desain kotak-kotak ikonik perusahaan Burberry juga dihapus dari pakaian yang dikenakan oleh karakter dalam video game Tencent Holdings Ltd yang sangat populer "Honor of Kings", menurut sebuah unggahan di akun resmi Weibo game tersebut, yang mendapat pujian dari netizen Cina.

    Burberry Cina tidak segera menanggapi permintaan komentar. Kapas Burberry bersumber dari Amerika Serikat, Australia, Turki, India, dan Mesir, menurut situs webnya.

    Dalam sebuah surat kepada anggota parlemen Inggris pada bulan November, Burberry mengatakan tidak memiliki operasi apa pun di Xinjiang atau bekerja dengan pemasok mana pun yang berbasis di sana. Burberry mengatakan mereka tidak memaafkan segala bentuk perbudakan modern di antara pemasoknya, termasuk kerja paksa, terikat atau tidak sukarela.

    Orang-orang berjalan melewati toko H&M di kompleks perbelanjaan di Beijing, Cina 25 Maret 2021. H&M multinasional Swedia, pengecer pakaian terbesar kedua di dunia, telah ditarik dari toko-toko e-commerce besar di Cina, dan seorang selebriti terkemuka telah memutuskan hubungan dengan merek tersebut. REUTERS/Florence Lo

    Seruan boikot, terutama di media sosial atau media massa, juga menyasar merek fashion Barat seperti H&M, Adidas AG dan Nike Inc, yang sebelumnya telah menyatakan pandangan kritis tentang kondisi tenaga kerja di Xinjiang, wilayah penghasil kapas terbesar di Cina.

    Cina memproduksi 22% pasokan kapas dunia dan lebih dari 80% kapas Cina berasal dari Xinjiang, ekspor terbesar di kawasan itu, menurut laporan ABC News.

    Baca juga: H&M sampai Nike Terancam Diboikot di Cina karena Protes Kerja Paksa di Xinjiang

    Dewan Tekstil dan Pakaian Nasional Cina dalam pernyataan pada hari Jumat mendesak merek internasional untuk menghentikan "perilaku salah", termasuk memboikot kapas dari Xinjiang dalam rantai pasokan mereka, sebagai itikad baik untuk menghormati pelanggan Cina.

    Anggota parlemen Hong Kong Regina Ip mengatakan dia akan berhenti membeli Burberry.

    "Burberry adalah salah satu merek favorit saya. Tapi saya akan berhenti membeli produk Burberry. Saya mendukung negara saya dalam memboikot perusahaan yang menyebarkan kebohongan tentang Xinjiang," tulis Ip di akun Twitter-nya.

    Aktivis dan pakar hak asasi PBB menuduh Cina menggunakan penahanan massal, penyiksaan, kerja paksa, dan sterilisasi terhadap orang Uighur di Xinjiang. Cina menyangkal klaim ini dan mengatakan tindakannya di Xinjiang diperlukan untuk melawan ekstremisme.

    REUTERS | CNN | ABC NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.