Thailand Kembali Diguncang Unjuk Rasa

Petugas polisi berbaris saat demonstran berunjuk rasa ke Istana Raja untuk menyerahkan surat yang ditulis kepada raja, sebagai bagian dari unjuk rasa untuk menyerukan penggulingan pemerintahan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha dan reformasi monarki di Bangkok, Thailand, 8 November , 2020. [REUTERS / Soe Zeya Tun]

TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan orang melakukan unjuk rasa di Ibu Kota Bangkok pada Rabu, 24 Maret 2021 untuk menuntut adanya reformasi kerajaan Thailand. Demonstran juga menuntut agar koordinator aksi-aksi protes dibebaskan.

Unjuk rasa pada Rabu kemarin terjadi hanya berselang empat hari setelah demonstrasi berdarah terjadi pada Sabtu 20 Maret 2021. Dalam unjuk rasa berdarah itu, lebih dari 30 warga sipil dan aparat kepolisian terluka. Aparat kepolisian menggunakan meriam air, gas air mata dan peluru karet untuk menekan demonstran.

Diantara tuntutan demonstran adalah membatasi kekuasaan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan penghapusan hukuman lese majeste, yakni hukuman penjara sampai 15 tahun bagi mereka yang menghina Kerajaan Thailand. Hukuman itu dituntut agar dihapuskan karena dinilai terlalu ketat.     

Baca juga: Bentrok Polisi dan Demonstran Thailand, Puluhan Orang Terluka

Pengunjuk rasa pro-demokrasi menyalakan lampu ponsel mereka selama protes anti-pemerintah, di Bangkok, Thailand, 18 Oktober 2020. REUTERS/ Jorge Silva

Unjuk rasa pada Rabu, 24 Maret 2021 berjalan damai dan terjadi di jalanan Kota Bangkok. Demonstran berteriak menuntut reformasi kerajaan dan menyerukan agar ‘rekan-rekan’ mereka dibebaskan dari penjara.

“Ini perjuangan panjang dan melelahkan. Kita harus berjuang bersama demi demokrasi. Perubahan telah dimulai. Mereka bisa memperlambat, namun tidak akan pernah menghentikannya,” kata Attapon Buapat, salah satu demonstran.       

Kasus-kasus kriminal terhadap mereka yang memimpin unjuk rasa telah meningkat. Mereka umumnya kena dakwaan telah menghina Kerajaan Thailand.

   

Sumber: Reuters






Pertama Kali Digunakan dalam Perang Dunia I, Begini Sejarah Penemuan Gas Air Mata

1 hari lalu

Pertama Kali Digunakan dalam Perang Dunia I, Begini Sejarah Penemuan Gas Air Mata

Gas air mata pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I. Meski kini dilarang dalam peperangan, mengapa aparat kepolisian menembakkannya ke warga sipil?


Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

1 hari lalu

Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

Pemimpin Iran tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Senin, 3 Oktober 2022, mengutarakan kesedihan atas kematian Mahsa Amini.


Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

1 hari lalu

Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

Unjuk rasa di Iran buntut kematian Mahsa Amini, 22 tahun, sudah masuk pekan ketiga. Mengapa demonstrasi ini berlarut-larut?


Kematian Mahsa Amini, Aparat Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa

2 hari lalu

Kematian Mahsa Amini, Aparat Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa

Aparat keamanan Iran bentrok dengan mahasiswa dari sebuah universitas favorit di Tehran pada Minggu, 2 Oktober 2022 buntut dari kematian Mahsa Amini.


Aksi Protes Buntut Kematian Mahsa Amini di Iran Masuk Pekan Ketiga

3 hari lalu

Aksi Protes Buntut Kematian Mahsa Amini di Iran Masuk Pekan Ketiga

Unjuk rasa di Iran buntut kematian Mahsa Amini memasuki pekan ketiga dan terjadi di penjuru wilayah Iran.


Dukung Mahsa Amini, Angelina Jolie: Perempuan Iran Tak Butuh Polisi Moral dan Pikiran Dikontrol

6 hari lalu

Dukung Mahsa Amini, Angelina Jolie: Perempuan Iran Tak Butuh Polisi Moral dan Pikiran Dikontrol

Angelina Jolie menuturkan, perempuan Iran membutuhkan kebebasan dirinya sebagai orang yang merdeka dan hidup tanpa kekerasan.


Kemendagri Minta Perangkat Daerah Paham Reformasi Birokrasi

7 hari lalu

Kemendagri Minta Perangkat Daerah Paham Reformasi Birokrasi

Presiden Joko Widodo terus mendorong percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di setiap level pemerintahan.


Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

7 hari lalu

Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

Protes atas kematian wanita muda Iran, Mahsa Amini, masih berkecamuk. Korban tewas dan luka terus berjatuhan


Unjuk Rasa Peringati Hari Tani Nasional, Sekjen KPA: Masih Banyak Tanah Adat Dirampas

8 hari lalu

Unjuk Rasa Peringati Hari Tani Nasional, Sekjen KPA: Masih Banyak Tanah Adat Dirampas

Gabungan elemen masyarakat berunjuk rasa memperingati puncak Hari Tani Nasional di depan Gedung DPR RI, Selasa siang, 27 September 2022.


Massa Buruh dan Petani Geruduk DPR Tuntut Pelaksanaan Reforma Agraria

8 hari lalu

Massa Buruh dan Petani Geruduk DPR Tuntut Pelaksanaan Reforma Agraria

Massa buruh, petani dan nelayan yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria menggelar demonstrasi di Gedung DPR.