Selandia Baru Sahkan UU Cuti Berbayar untuk Ibu yang Mengalami Keguguran

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berpartisipasi dalam debat yang disiarkan televisi dengan pemimpin Partai Nasional Judith Collins di TVNZ di Auckland, Selandia Baru, 22 September 2020. [Fiona Goodall / Pool via REUTERS]

    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berpartisipasi dalam debat yang disiarkan televisi dengan pemimpin Partai Nasional Judith Collins di TVNZ di Auckland, Selandia Baru, 22 September 2020. [Fiona Goodall / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Parlemen Selandia Baru telah mengeluarkan undang-undang yang memberi ibu dan pasangannya hak untuk mendapatkan cuti berbayar setelah keguguran atau kematian janin dalam kandungan.

    Langkah ini menjadikan Selandia Baru negara kedua setelah India yang memiliki undang-undang serupa.

    Tunjangan kematian, yang disahkan dengan suara bulat di parlemen pada Rabu malam, memberi karyawan cuti tiga hari ketika kehamilan berakhir dengan kematian janin dalam kandungan tanpa harus memanfaatkan cuti sakit.

    "Pengesahan RUU ini menunjukkan bahwa sekali lagi Selandia Baru memimpin jalan untuk legislasi yang progresif dan penuh kasih, menjadi satu-satunya negara kedua di dunia yang memberikan cuti untuk keguguran dan lahir meninggal," kata anggota parlemen dari Partai Buruh Ginny Andersen, yang memprakarsai RUU tersebut, dilaporkan Reuters, 25 Maret 2021.

    "RUU itu akan memberi perempuan dan pasangannya waktu untuk berduka tanpa harus memanfaatkan cuti sakit. Karena kesedihan mereka bukanlah penyakit, itu adalah kehilangan. Dan kehilangan membutuhkan waktu," kata Andersen.

    Baca juga: Jacinda Ardern: Semua Sekolah Selandia Baru Akan Menerima Pembalut Gratis

    Ketentuan cuti berlaku untuk ibu, pasangan mereka serta orang tua yang berencana memiliki anak melalui adopsi atau ibu pengganti, katanya.

    Andersen mengatakan satu dari empat perempuan Selandia Baru mengalami keguguran.

    Selandia Baru adalah negara pertama di dunia yang memberikan hak pilih kepada perempuan dan telah menjadi pelopor dalam isu-isu seputar hak-hak perempuan.

    Pemerintahan Partai Buruh kiri-tengah yang berkuasa dipimpin oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern, yang dipandang sebagai pejuang perempuan global. Pemerintahan Jacinda Ardern tahun lalu mengeluarkan undang-undang bersejarah untuk mendekriminalisasi aborsi di Selandia Baru.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H