Dapat Sanksi dari AS dan Eropa, Militer Myanmar Salahkan Demonstran

Pengunjuk rasa anti-kudeta militer membuat barikade saat mereka terlibat bentrok dengan pasukan keamanan di Jembatan Bayint Naung di Mayangone, Yangon, Myanmar, 16 Maret 2021. Hingga kini sudah sekitar 200 demonstran yang tewas akibat kekerasan dari militer Myanmar. REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, - Junta militer Myanmar buka suara setelah Uni Eropa dan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi lebih banyak. Mereka menyalahkan para demonstran penentang kudeta atas sanksi-sanksi tersebut.

Militer menuduh pengunjuk rasa melakukan pembakaran dan kekerasan selama berpekan-pekan. Juru bicara Junta, Zaw Min Tun, sembilan anggota pasukan keamanan tewas akibat krisis politik ini.

"Bisakah kita memanggil mereka pengunjuk rasa damai?" katanya, sambil menunjukkan video pabrik yang terbakar, dikutip dari Reuters, Rabu, 24 Maret 2021.

"Negara atau organisasi mana yang menganggap kekerasan ini damai," ucap dia.

Min Tun mengatakan pemogokan yang dilakukan para pekerja dan rumah sakit yang tidak beroperasi telah menyebabkan kematian, termasuk dari pasien COVID-19. Ia menyebut pegawai atau dokter yang mogok kerja tidak memiliki etika.

Menurut militer, total ada 164 pengunjuk rasa yang tewas sejak protes kudeta dimulai. Mereka mengklaim turut berduka atas kematian ini. "Mereka juga warga kami," kata Zaw Min Tun.

Sementara itu, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan setidaknya 261 warga sipil Myanmar tewas akibat tindakan keras pasukan keamanan.

Baca juga: Tekan Junta Untuk Akhiri Kudeta, Ini Negara yang Hukum Militer Myanmar

Sumber: REUTERS






68 Tahun Bob Geldof, Penggagas Konser Live AId Ini Pernah Kecam Aung San Suu Kyi

2 jam lalu

68 Tahun Bob Geldof, Penggagas Konser Live AId Ini Pernah Kecam Aung San Suu Kyi

Bob Geldof penyanyi, penulis lagu, aktor dan aktivis sosial-politik. Ia pernah mengecam Aung San Suu Kyi. Apa alasannya?


Junta: Pemberontak Myanmar Tembak Penumpang Pesawat Saat Mendarat

5 hari lalu

Junta: Pemberontak Myanmar Tembak Penumpang Pesawat Saat Mendarat

Junta militer menyebut pemberontak Myanmar menembak seorang penumpang di wajahnya saat pesawat mendarat di negara itu.


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

6 hari lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

6 hari lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

8 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

12 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

12 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

12 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

12 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

15 hari lalu

Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

Helikopter militer Myanmar dilaporkan menembaki sebuah sekolah, akibatnya sedikitnya 7 anak tewas dan belasan lainnya terluka