Prancis Berharap Bisa New Normal pada Musim Panas

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memeriksa seorang pejalan kaki di Paris, Prancis, 17 Maret 2020. Sedangkan, pasien yang meninggal akibat virus Corona di Prancis hingga Rabu (18/3) mencapai 148 korban. REUTERS/Benoit Tessier

    Polisi memeriksa seorang pejalan kaki di Paris, Prancis, 17 Maret 2020. Sedangkan, pasien yang meninggal akibat virus Corona di Prancis hingga Rabu (18/3) mencapai 148 korban. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Penanganan Imunisasi Vaksin Virus Corona di Prancis Alain Fischer memproyeksikan negaranya akan kembali ke new normal atau tatanan hidup baru pada musim panas atau musim gugur 2021. Prediksi itu berkaca pada imunisasi vaksin virus corona yang sekarang sedang berjalan di Prancis.

    Fischer mengatakan Angkatan Darat Prancis mungkin akan dilibatkan agar bisa mempercepat imunisasi vaksin virus corona. Prancis akan mampu mengejar target vaksin virus corona kendati ada kendala pengiriman pada vaksin virus corona buata AstraZeneca.

    “Akan membutuhkan waktu untuk kembali ke kehidupan normal. Bagi orang-orang yang rentan tertular virus corona, kita sebaiknya tidak melenceng dari target, yakni Mei 2021. Semoga bisa kembali ke kehidupan normal pada musim panas atau musim gugur ini,” kata Fischer.

    Baca juga: Anggun C. Sasmi Ajak Menaati Protokol New Normal, Pakai Masker sampai Ada Vaksin

    Orang-orang bersepeda di sebuah jalan di Paris, Prancis, Ahad, 17 Mei 2020. Pelonggaran lockdown dilakukan demi membuka kembali perekonomian yang "babak belur" akibat pandemi. (Xinhua/Aurelien Morissard)

    Sebelumnya pada Minggu, 21 Maret 2021 kemarin, Kementerian Kesehatan Prancis menyebut ada 6.191.666 orang di Prancis yang menerima suntik vaksin virus corona sejak imunisasi dimulai. Jumlah itu sekitar 9,2 persen dari total populasi Prancis dan 11,8 persen dari total populasi orang dewasa di Prancis.

      

    Sementara itu, Fischer pada Minggu, 21 Maret 2021, menyayangkan adanya acara karnaval ilegal di Marseille, yakni sebuah Kota di selatan Prancis. Fischer menyebut acara itu tidak bertanggung jawab karena bisa meningkatkan jumlah infeksi virus corona di Prancis dan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit – rumah sakit.

    Hampir satu-per-tiga masyarakat di Prancis menjalani lokal lockdown yang terhitung mulai Sabtu, 20 Maret 2021. Banyak masyarakat mengutarakan kebingungan dan kelelahan atas banyaknya larangan yang ditujukan demi menghentikan penyebaran wabah virus corona yang mudah menular.     

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H