Khamenei Ragu Amerika Akan Benar-benar Batalkan Sanksi ke Iran

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan pidato yang disiarkan televisi pada Tahun Baru Iran, di Teheran, Iran 20 Maret 2020. [Situs web resmi Khamenei / Handout via REUTERS]

    Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan pidato yang disiarkan televisi pada Tahun Baru Iran, di Teheran, Iran 20 Maret 2020. [Situs web resmi Khamenei / Handout via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mencurigai janji Amerika membatalkan sanksi ke negaranya terkait Perjanjian Nuklir 2015. Khamenei berkata, dirinya baru akan percaya apabila sudah melihat langsung Amerika membatalkan sanksi.

    "Kami pernah mempercayai Amerika ketika mantan Presiden Obama memimpin. Kami memenuhi komitmen, namun mereka tidak. Amerika hanya mengatakan akan mengangkat sanksi di atas kerta, tapi tidak/ belum di kenyataan," ujar Ali Khamenei, dikutip dari Channel News Asia, Ahad, 21 Maret 2021.

    Diberitakan sebelumnya, administrasi Presiden Joe Biden berniat membawa kembali Amerika ke Perjanjian Nuklir Iran (JCPOA). Harapannya, dengan kembalinya Amerika ke perjanjian tersebut, maka Iran bisa memberhentikan program pengayaan nuklirnya yang sudah melebihi batas.

    Keluarnya Amerika dari perjanjian itu sendiri terjadi di tahun 2018. Mantan Presiden Amerika Donald Trump menganggap perjanjian tersebut tidak adil dan terlalu ringan untuk Iran. Setelah Amerika keluar dan memberinya sanksi, Iran dengan terang-terangan melanggar batas pengayaan nuklir yang ada.

    Jika Amerika berhasil kembali ke JCPOA dan Iran kembali mematuhi batas pengayaan nuklir, maka hal itu bisa menjadi batu loncatan untuk perjanjian yang lebih luas. Hal tersebut mulai dari pembatasan pengembangan senjata hingga aktivitas regional.

    Presiden Joe Biden mengenakan setangkai daun shamrock selama konferensi video bilateral dengan Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin dari Kantor Oval di Gedung Putih di Washington, AS, 17 Maret 2021. [REUTERS / Leah Millis]

    Per berita ini ditulis, baik Amerika maupun Iran sama-sama bertolak belakang soal proses kembali ke JCPOA. Amerika ingin Iran kembali ke perjanjian nuklir dulu, baru kemudian sanksi dibatalkan. Iran sebaliknya, mereka meminta sanksi dibatalkan dulu.

    Ali Khamenei berkata, Amerika harus mengangkat semua sanski yang memukul perekonomian Iran itu. Begitu sanksi hilang, Ali Khamenei berjanji Iran akan langsung patuh terhadap perjanjian nuklir JCPOA tanpa disuruh.

    "Di atas kertas, Amerika bilang ingin membatalkan sanksi. Namun, mereka mengatakan perusahaan-perusahaan yang ingin meneken kontrak dengan kami bahwa kami berbahaya. Amerika menakut-nakuti investor."

    "Amerika harus mengangkat semuan sanksi. Kami akan memverifikasinya jika benar-benar sudah dilakukan. Setelah itu, kami akan kembali ke tanggung jawab. Kami sabar, kami tidak terburu-buru," ujar Ali Khamenei menegaskan.

    Terakhir, Ali Khamenei meminta pemerintahannya selalu bersiap untuk skenario terburuk. Menururtnya, masih akan lama hingga Amerika benar-benar mengangkat sanksi ekonomi ke Iran. "Kita harus mengasumsikan sanksi akan bertahan dan membebani perekonomian kita," ujar pemimpin Iran itu.

    Baca juga: Zarif Desak Amerika Cabut Sanksi Dulu Sebelum Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.