ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Bunuh 33 Tentara Mali

Tentara berpatroli sebelum kedatangan Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita di luar hotel Radisson di Bamako, Mali, 21 November 2015 menyusul serangan oleh gerilyawan Islam. [REUTERS / Joe Penney]

TEMPO.CO, - Militan yang terafiliasi dengan ISIS mengaku bertanggung jawab atas penyergapan konvoi militer pekan lalu yang menewaskan 33 tentara Mali, menurut pernyataan yang diterbitkan oleh SITE Intelligence Group.

Mengutip Reuters, Ahad, 21 Maret 2021, ISIS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pejuangnya merebut tiga kendaraan, senjata, dan amunisi dari tentara Mali.

Kelompok itu juga mengaku bertanggung jawab atas serangan sebelumnya di kedua sisi perbatasan yang menewaskan puluhan tentara Mali dan Nigeria.

Sebelumnya konvoi tentara Mali disergap oleh kelompok bersenjata pada Rabu kemarin di dekat kota Tessit, di wilayah Gao utara. Selain menewaskan 33 prajurit, serangan ini melukai 14 tentara.

Militan Islam yang beberapa di antaranya terkait dengan Al Qaeda dan ISIS meningkatkan serangan di wilayah Sahel Afrika dalam beberapa tahun terakhir sehingga membuat ribuan orang mengungsi.

Baca juga: Dua Tentara Prancis Tewas Akibat Ledakan di Mali

Sumber: REUTERS






Tentara Turun ke Jalan, Ada Kudeta di Burkina Faso?

1 hari lalu

Tentara Turun ke Jalan, Ada Kudeta di Burkina Faso?

Tembakan keras terdengar dari kamp militer utama dan beberapa daerah pemukiman di ibukota Burkina Faso, diduga karena ada kudeta


Mendag Zulhas Perluas Pasar UKM ke Timur Tengah, Afrika hingga Eropa Timur

1 hari lalu

Mendag Zulhas Perluas Pasar UKM ke Timur Tengah, Afrika hingga Eropa Timur

Mendag Zulkifli Hasan menyiapkan 'jalan tol' agar produk usaha kecil dan menengah atau UKM dapat memasuki pasar internasional.


Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

18 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman


Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

18 hari lalu

Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

Militer Amerika Serikat mengandalkan bantuan suku-suku Arab untuk melumpuhkan jaringan Negara Islam, yang masih bertahan di sejumlah lokasi di Suriah


Jejak Perburuan Osama Bin Laden, Pemimpin Al Qaeda Dalang Teror 11 September

20 hari lalu

Jejak Perburuan Osama Bin Laden, Pemimpin Al Qaeda Dalang Teror 11 September

Dalang teror 11 September 2001, Osama bin Laden lahir di Riyadh, Arab Saudi sekitar tahun 1957 atau 1958.


Teror 11 September 21 Tahun Lalu: Detik-detik Penabrakan WTC New York dan Pentagon

20 hari lalu

Teror 11 September 21 Tahun Lalu: Detik-detik Penabrakan WTC New York dan Pentagon

Kejadian rangkaian teror 11 September 2001 atau 11/9 ke Menara WTC New York dan Pentagon itu merenggut 3.000 nyawa dan 6.000 orang lainnya luka-luka.


Media Tuai Kecaman karena Tulis Peran Positif Ratu Elizabeth II di Afrika

22 hari lalu

Media Tuai Kecaman karena Tulis Peran Positif Ratu Elizabeth II di Afrika

Netizen mengungkapkan kekesalan mereka atas tulisan positif media terkait Ratu Elizabeth II sebagai penjajah di sejumlah negara Afrika.


Pengeboman Kedubes Rusia di Afghanistan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

25 hari lalu

Pengeboman Kedubes Rusia di Afghanistan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Pengeboman di Kedubes Rusia di Afghanistan menyebabkan dua staf kedutaan tewas dan puluhan warga Afghanistan yang sedang mengantre visa.


Serangan Konvoi Mobil Tewaskan 35 Warga Sipil Burkina Faso

25 hari lalu

Serangan Konvoi Mobil Tewaskan 35 Warga Sipil Burkina Faso

Sedikitnya 35 warga sipil tewas dan 37 lainnya terluka di Burkina Faso ketika sebuah kendaraan dalam konvoi menabrak bom IED.


Bom Bunuh Diri di Kedutaan Rusia di Kabul, 2 Diplomat Tewas dan 11 Luka-Luka

26 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Kedutaan Rusia di Kabul, 2 Diplomat Tewas dan 11 Luka-Luka

Bom bunuh diri di depan Kedutaan Rusia di Kabul sebabkan 2 tewas dan 11 luka-luka, termasuk seorang diplomat yang menderita cedera.