Pandemi Memburuk, Brasil Incar Surplus Vaksin COVID-19 dari Amerika

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat menemui para pendukungnya saat upacara penurunan bendera di Alvorada Palace, Brasil, 24 Juli 2020. Setelah menjalani tes untuk ketiga kalinya pada Selasa (21/7) lalu, Bolsonaro masih dinyatakan positif virus Corona. REUTERS/Adriano Machado

    Gestur Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat menemui para pendukungnya saat upacara penurunan bendera di Alvorada Palace, Brasil, 24 Juli 2020. Setelah menjalani tes untuk ketiga kalinya pada Selasa (21/7) lalu, Bolsonaro masih dinyatakan positif virus Corona. REUTERS/Adriano Machado

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Brasil mencoba menggenjot kampanye vaksinasi COVID-19 mereka yang lamban. Kabar terbaru, Brasil memulai pembicaraan dengan Amerika untuk bisa mendapat surplus vaksin COVID-19 mereka.

    "Kami sudah berdiskusi dengan Amerika sejak 13 Maret untuk memungkinkan kami mengimpor kelebihan vaksin COVID-19 mereka," ujar Kementerian Luar Negeri Brasil, dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Ahad, 21 Maret 2021.

    Pernyataan tersebut menyusul kabar bahwa Presiden Joe Biden akan "meminjamkan" kelebihan vaksin COVID-19 Amerika ke negara-negara lain. Kamis kemarin, ia berkata Meksiko akan menerima "pinjaman" sebesar 2,5 juta dosis dan Kanada sebesar 1,5 juta dosis.

    Amerika sendiri diberitakan memiliki surplus vaksin COVID-19 dalam jumlah besar. Menurut laporan Al-Jazeera, Amerika akan memiliki kurang lebih surplus 600 juta dosis vaksin COVID-19 per Semester 2 2021.

    Hal tersebut ditegaskan pernyataan Universitas Duke di North Carolina. Menurut kepala penelitian distribusi COVID-19 di sana, Andrea Taylor, Amerika sudah memesan kurang lebih 1,2 miliar dosis vaksin COVID-19 untuk penduduk yang jumlahnya 328 juta jiwa.

    Surplus tersebut akan sangat membantu jika Brasil bisa mendapatkannya. Beberapa pekan terakhir, pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro dikritik karena lamban menggerakkan kampanye vaksinasi COVID-19. Sejauh ini, hanya 6 juta warganya yang sudah divaksin dengan separuhnya warga pribumi. 

    Sementara itu, angka kasus harian terus meningkat hingga 90 ribu per hari. Total, Brasil memiliki 11,9 juta kasus dan 292 ribu kematian akibat COVID-19.

    Sejumlah orang masih berada di pantai Copacabana setelah meluasnya pandemik virua corona atau Covid-19 di Rio de Janeiro, Brazil, 26 Maret 2020. Lebih dari 900 kasus terinfeksi Covid-19 di Brazil. REUTERS/Ricardo Moraes

    Terus naiknya angka kasus harian yang tidak diimbangi vaksinasi membuat sistem kesehatan di Brasil nyaris kolaps. Beberapa negara bagian mencoba mengetatkan pembatasan sosial misalnya dengan menutup lagi pantai Rio de Janeiro yang dibuka Juli lalu. Bolsonaro dikabarkan memprotes pembatasan sosial itu dan mencoba menghentikannya via Mahkamah Agung.

    "Mereka telah melakukan hal yang tidak konstitusional. Mereka tidak bisa mengetatkan pembatasan sosial atau melakukan lockdown tanpa persetujuan konggres. Mereka mempermalukan warga mereka sendiri dengan dalih menyelamatkan mereka. Mereka kelaparan," ujar Bolsonaro yang selalu enggan mengetatkan pembatasan sosial atas dasar perekonomian Brasil.

    Pekan ini, Bolsonaro merekrut Menteri Kesehatan Brasil yang keempat sejak pandemi COVID-19 terjadi. Menteri tersebut, Marcelo Queiroga, berjanji akan bekerja sesuai kebijakan-kebijakan Bolsonaro yang pro-ekonomi Brasil, tak terkecuali soal vaksin COVID-19.

    Baca juga: Pandemi COVID-19 di Brasil Cetak Rekor Baru Saat Ganti Menkes

    ISTMAN MP | AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.