Arab Saudi: Belum Ada Pergerakan Terkait Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar kombinasi menunjukkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman di Osaka, Jepang 29 Juni 2019 dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem 9 Februari 2020. [Sputnik / Mikhail Klimentyev / Kremlin via REUTERS]

    Gambar kombinasi menunjukkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman di Osaka, Jepang 29 Juni 2019 dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem 9 Februari 2020. [Sputnik / Mikhail Klimentyev / Kremlin via REUTERS]

    TEMPO.CO, - Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan negaranya belum melakukan pergerakan untuk segera menormalisasi hubungan dengan Israel meski sejumlah negara di Timur Tengah .

    Jubeir menjelaskan posisi Arab Saudi tidak berubah dan tetap mendukung Inisiatif Perdamaian Arab, yang mendorong normalisasi sebagai imbalan atas pembentukan negara Palestina.

    "Sejauh menyangkut kerajaan, posisi kami tetap bahwa normalisasi hanya bisa datang jika ada kesepakatan tentang perdamaian," kata Jubeir dikutip dari Middle East Eye, Ahad, 21 Maret 2021.

    Menurut Jubeir, Arab Saudi ingin ada solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Palestina dan Israel.

    "Kami menginginkan solusi dua negara berdasarkan Prakarsa Perdamaian Arab dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang relevan di mana kami memiliki negara Palestina dan hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan. Itu tetap posisi kami," ucap dia.

    Dia mengatakan normalisasi baru-baru ini oleh Uni Emirat Arab, Bahrain dan Sudan adalah keputusan negeri masing-masing. Tapi jika itu menyebabkan perubahan dalam kebijakan Israel terhadap Palestina maka mungkin ada beberapa keuntungan di dalamnya.

    Baca juga: Benjamin Netanyahu Disebut Bakal Temui Mohammed bin Salman Saat Kunjungi UEA

    Sumber: MIDDLE EAST EYE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.