Thailand Diduga Kirim Beras Untuk Bantu Militer Myanmar

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan keamanan berdiri di jalan selama protes anti-kudeta di Yangon, Myanmar, 4 Maret 2021. [REUTERS / Stringer]

    Pasukan keamanan berdiri di jalan selama protes anti-kudeta di Yangon, Myanmar, 4 Maret 2021. [REUTERS / Stringer]

    TEMPO.CO, - Tentara Thailand membantah ikut membantu militer Myanmar dengan cara memasok beras untuk mereka. Apa pun yang dikirimkan melalui perbatasan kedua negara, kata mereka, bagian dari perdagangan normal.

    “Tentara Thailand tidak memasok tentara Myanmar dan tidak ada kontak dari mereka yang meminta bantuan atau meminta bantuan dari kami karena mereka memiliki kehormatan sendiri,” kata Komandan Pasukan Naresuan Mayor Jenderal Amnat Srimak dikutip dari Reuters, Sabtu, 20 Maret 2021.

    Amnat menjelaskan pihaknya tidak bisa menghalangi pergerakan barang di perbatasan kedua negara selama tidak melanggar hukum dan mengikuti prosedur bea cukai.

    Sebelumnya, media Thailand melaporkan bahwa tentara Thailand telah memasok 700 karung beras ke unit-unit tentara Myanmar di perbatasan timur. Mereka mengutip seorang pejabat keamanan tak dikenal yang mengatakan itu atas perintah pemerintah Thailand.

    Media ini menunjukkan foto-foto yang tampak seperti kantong beras yang dimuat ke dalam truk di perbatasan. Gambar yang dilihat oleh Reuters menunjukkan pria, beberapa berseragam kamuflase, menyeberang ke Thailand dan memeriksa suhu mereka.

    Seorang juru bicara pemerintah Thailand tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters. Militer Myanmar tidak menjawab panggilan untuk meminta komentar.

    Perdagangan perbatasan antara Thailand dan Myanmar telah sangat dibatasi sejak merebaknya pandemi virus corona. Penduduk mengatakan kepada wartawan Reuters bahwa penyeberangan yang ditunjukkan dalam gambar itu bukan jalur perdagangan normal.

    Baca juga: 40 Jurnalis Ditangkap Selama Kudeta Myanmar

    Sumber: REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.