Erdogan Keluarkan Turki Dari Konvensi Perlindungan Perempuan

Presiden Turki Tayyip Erdogan berpidato di depan anggota parlemen dari Partai AK (AKP) yang berkuasa selama pertemuan di parlemen Turki di Ankara, Turki, 10 Februari 2021. [Murat Cetinmuhurdar / PPO / Handout via REUTERS]

TEMPO.CO, - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menarik negaranya dari perjanjian internasional untuk melindungi perempuan. Hal ini mengejutkan publik lantaran dilaporkan banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga di negara itu.

Pemerintahan Erdogan mengatakan keluar dari konvensi bukan berarti mereka akan mengesampingkan masalah kekerasan dalam rumah tangga dan hak-hak perempuan. Mereka berdalih undang-undang dan konstitusi Turki saat ini sudah mengatur jaminan hak-hak perempuan.

"Sistem peradilan kami dinamis dan cukup kuat untuk menerapkan peraturan baru sesuai kebutuhan," kata Menteri Kebijakan Keluarga dan Sosial Zehra Zumrut Selcuk di Twitter dikutip dari CNN, Sabtu, 20 Maret 2021.

Turki sesungguhnya negara pertama yang menandatangani Konvensi Dewan Eropa tentang pencegahan dan pemberantasan kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga pada 2011 atau Konvensi Instanbul. Perjanjian ini berupaya untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga, dan mengakhiri impunitas hukum bagi para pelaku.

Tidak jelas mengapa Erdogan membuat keputusan untuk menarik diri dari konvensi tersebut. Aktivis perempuan Turki memprotes langkah pemerintah ini. 

Debat publik seputar konvensi memuncak pada Agustus ketika kelompok-kelompok religius dan konservatif Turki memulai upaya lobi yang intens untuk menentang perjanjian itu. Mereka mengecam konvensi ini karena dinilai merendahkan nilai-nilai keluarga dan mengadvokasi komunitas LGBTQ.

Oposisi utama Turki menyebut langkah itu sebagai upaya untuk menurunkan perempuan menjadi warga negara kelas dua. Mereka berjanji membawa negara itu kembali ke konvensi.

Baca juga: Tenaga Kesehatan Waswas Turki Longgarkan Aturan Covid-19

Sumber: CNN






Ketua MPR RI Apresiasi Parlemen Turki Dukung Pembentukan Forum MPR Dunia

1 hari lalu

Ketua MPR RI Apresiasi Parlemen Turki Dukung Pembentukan Forum MPR Dunia

MPR RI menyambut baik rencana kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia


TikTok Kena Denda Rusia karena Dianggap Sebarkan Propaganda LGBT

2 hari lalu

TikTok Kena Denda Rusia karena Dianggap Sebarkan Propaganda LGBT

Denda tersebut menandai langkah terbaru perselisihan Rusia dengan sejumlah perusahaan teknologi raksasa, terbaru dengan TikTok.


Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni: Menentang Aborsi, Tak Setuju Eutanasia, Anti-LGBT

3 hari lalu

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni: Menentang Aborsi, Tak Setuju Eutanasia, Anti-LGBT

Perjalanan Giorgia Meloni perempuan pertama sebagai Perdana Menteri Italia. Ia menentang aborsi, tak menyetujui eutanasia, dan anti-LGBT.


Inilah yang Harus Anda Dilakukan jika Mengalami KDRT

4 hari lalu

Inilah yang Harus Anda Dilakukan jika Mengalami KDRT

KDRT dapat dialami siapa saja. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan jika mengalami KDRT.


Alasan Turki Tolak Pencaplokan Ukraina oleh Rusia Meski Erdogan Kawan Dekat Putin

5 hari lalu

Alasan Turki Tolak Pencaplokan Ukraina oleh Rusia Meski Erdogan Kawan Dekat Putin

Turki menyatakan menolak pencaplokan wilayah Ukraina oleh Rusia, padahal Erdogan dikenal dekat dengan Putin.


Hari Jantung Sedunia, Perempuan Rentan Kena Serangan Jantung setelah Menopause

8 hari lalu

Hari Jantung Sedunia, Perempuan Rentan Kena Serangan Jantung setelah Menopause

Wanita cenderung memiliki kekebalan relatif terhadap serangan jantung sebelum menopause, tapi setelahnya?


Turki Marah dengan Ucapan Politikus Jerman Menghina Erdogan

8 hari lalu

Turki Marah dengan Ucapan Politikus Jerman Menghina Erdogan

Kubicki mengakui dia menyebut Presiden Erdogan dengan sebutan tikus got saat berpidato di sebuah kampanye


Tunduk pada Tekanan AS, Turki Putuskan Hubungan dengan Bank Rusia

9 hari lalu

Tunduk pada Tekanan AS, Turki Putuskan Hubungan dengan Bank Rusia

Tiga bank Turki yang masih memproses pembayaran dengan bank Rusia, dikonfirmasi menarik diri di bawah tekanan dari Amerika Serikat


Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Turki Panggil Dubes Jerman

9 hari lalu

Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Turki Panggil Dubes Jerman

Wakil Ketua Parlemen Federal Jerman Wolfgang Kubicki dalam kampanye menyamakan Presiden Tayyip Erdogan dengan "tikus got kecil".


Inilah 6 Makanan dan Minuman yang Tinggi Gula, Salah Satunya Jus Buah

9 hari lalu

Inilah 6 Makanan dan Minuman yang Tinggi Gula, Salah Satunya Jus Buah

Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung tinggi gula dapat berbahaya bagi kesehatan.