Virus Corona, Relaksasi Aturan di Swiss Ditunda

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekitar 500 demonstran di Zug, Swiss pada Sabtu, 6 Februari 2021, melakukan aksi jalan untuk memprotes aturan yang ditujukan untuk membatasi penyebaran wabah virus corona. sumber: Reuters

    Sekitar 500 demonstran di Zug, Swiss pada Sabtu, 6 Februari 2021, melakukan aksi jalan untuk memprotes aturan yang ditujukan untuk membatasi penyebaran wabah virus corona. sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Swiss pada Jumat, 19 Maret 2021, memutuskan untuk menunda rencana melonggarkan aturan pencegahan penyebaran Covid-19. Alasannya, kasus positif Covid-19 meningkat dan imunisasi massal vaksin virus corona belum mengalami kemajuan yang cukup.

    “Ada risiko kenaikan kasus Covid-19 menjadi tidak terkendali jika dilakukan pembukaan (aturan dilonggarkan). Selain itu, masih terlalu sedikit orang-orang yang disuntik vaksin virus corona untuk mencegah kenaikan pasien yang dirawat di rumah sakit – rumah sakit,” demikian keterangan Pemerintah Swiss, Jumat, 19 Maret 2021.     

    Botol vaksin Pfizer untuk melawan penyakit virus corona (COVID-19) terlihat di pusat vaksinasi Messe Luzern fairground, di Lucerne, Swiss 23 Desember 2020. [REUTERS / Arnd Wiegmann]

    Baca juga: Lockdown Bakal Diperpanjang, Warga Swiss Unjuk Rasa 

    Swiss sebelumnya telah berencana mengizinkan acara – acara di luar ruangan seperti pertandingan sepak bola dan konser musik yang bisa dihadiri sampai 150 orang. Restoran juga rencananya diperbolehkan menerima tamu yang ingin makan ditempat. Namun Swiss berubah fikir dan memilih pendekatan yang lebih hati-hati mengingat negara-negara tetangganya, seperti Prancis dan Jerman masih menahan diri untuk membuka kembali wilayah perbatasannya.

    Jumlah kasus virus corona di Swiss dan wilayah tetangganya Liechtenstein, naik sebanyak 1.750 kasus per Kamis, 18 Maret 2021. Jumlah itu tinggi dibanding angka rata-rata harian positif Covid-19 dalam sepekan.   

    Pemerintah memperkirakan infeksi virus corona di Swiss bisa naik sampai dua kali lipat dalam tiga – empat pekan ke depan. Proyeksi itu berkaca pada peringatan varian baru Covid-19 yang bisa membuat kasus baru positif Covid-19 naik sampai 80 persen.        

    “Yang kami tahu saat ini, virus ini (varian baru Covid-19) tidak hanya lebih menular, tetapi juga lebih berbahaya. Ini bukan momen yang kami harapkan,“ kata Menteri Kesehatan Inggris Alain Berset.  

    Sebelumnya Swiss sudah sedikit melonggarkan aturan pencegahan penyebaran virus corona dengan mengizinkan acara pertemuan di dalam ruangan untuk kumpul keluarga dan teman sampai 10 orang (sebelumnya hanya 5 orang).

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H