Pandemi COVID-19 Selama Ramadhan, Dubai Batasi Durasi Tarawih

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat muslim menunaikan sholat Tarawih yang pertama di bulan Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jakarta, (20/7). ANTARA/Dian Dwi Saputra

    Umat muslim menunaikan sholat Tarawih yang pertama di bulan Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jakarta, (20/7). ANTARA/Dian Dwi Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Dubai ingin lebih siap menangani pandemi COVID-19 pada bulan Ramadhan tahun ini. Dikutip dari ArabNews, mereka sudah mulai menyiapkan protokol kesehatan baru untuk memastikan pandemi COVID-19 tetap terkendali selama bulan Puasa.

    Salah satu protokol kesehatan yang telah ditetapkan adalah soal Tarawih. Manajemen Bencana dan Krisis Dubai menetapkan ibadah Tarawih hanya boleh berlangsung selama 30 menit. Dan, selama tarawih berjalan, kebijakan jaga jarak fisik juga tetap harus diperhatikan.

    "Ibadah Tarawih boleh dilakukan di masjid selama protokol kesehatan diterapkan," ujar Manajemen Bencana dan Krisis Dubai dalam keterangan persnya, Jumat, 19 Maret 2021.

    Selain melarang ibadah Tarawih digelar lebih dari 30 menit, Dubai juga melarang pembangunan tenda-tenda pembagian amal di wilayah perkotaan. Belum diketahui apakah akan ada mekanisme pengganti untuk itu.

    "Dan jangan biarkan orang tua atau anggota keluarga dengan rekam jejak penyakit kronis terpapar virus COVID-19," ujar Manajemen Bencana dan Resiko menambahkan.

    Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dubai belum menentukan seperti apa metode pengajaran selama bulan Ramadhan nanti. Mereka tengah mempertimbangkan langkah hibrid di mana murid akan menjalani kelas jarak jauh dan kelas fisik.

    Per Kamis kemarin, Dubai tercatat memiliki 434.465 kasus dan 1424 kasus COVID-19. Hal itu sudah menghitung 2.101 kasus dan 10 kematian baru.

    Baca juga: Nasi Briyani Termahal di Dubai Disajikan di Piring Emas

    ISTMAN MP| ARABNEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.