Disebut Pembunuh, Vladimir Putin Ajak Joe Biden Diskusi Terbuka Secara Live

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan peserta kampanye relawan nasional We Are Together di Kremlin di Moskow, Rusia 4 Maret 2021. [Sputnik / Alexei Druzhinin / Kremlin via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis mengajak Presiden AS Joe Biden untuk pembicaraan online yang ditayangkan secara langsung untuk menanggapi pernyataan Biden yang menganggapnya pembunuh.

Putin, berbicara di televisi, mengutip lagu yang sering dinyanyikan anak-anak TK Rusia untuk menanggapi tuduhan Biden dengan komentar bahwa "dia yang mengatakannya, adalah yang melakukannya."

Putin sebelumnya bereaksi terhadap komentar tersebut dengan mendoakan Joe Biden sehat selalu pada konferensi pers.

"Benar, kami benar-benar mengenal satu sama lain secara pribadi. Apa yang akan saya jawab padanya? Saya akan katakan padanya: sehat selalu," kata Putin, dikutip dari CNN.

"Saya berharap dia sehat. Saya mengatakan ini tanpa ironi, tanpa lelucon."

Reaksi Putin ini berselang sehari setelah Joe Biden diwawancara oleh George Stephanopoulos dari ABC News yang disiarkan pada Rabu. Wawancara ini mengangkat sejumlah isu termasuk perintah Putin untuk campur tangan Rusia dalam pilpres AS 2020.

Presiden Rusia Vladimir Putin diyakini mengarahkan upaya untuk mencoba memenangkan Donald Trump dalam pilpres AS melawan Joe Biden, menurut laporan intelijen Amerika yang dirilis pada Selasa, Reuters melaporkan.

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Wakil Presiden AS Joe Biden selama pertemuan mereka di Moskow 10 Maret 2011. [REUTERS / Alexander Natruskin]

Menanggapi laporan intelijen ini, Joe Biden mengatakan kepada Stephanopoulos bahwa dia telah memperingatkan Putin tentang kemungkinan pembalasan darinya selama panggilan telepon pada akhir Januari. Biden juga menggambarkan Putin tidak memiliki jiwa, dan mengatakan Putin akan menerima konsekuensi untuk dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS November 2020, sesuatu yang dibantah Kremlin.

"Dia akan membayar harganya," kata Biden. "Kami mengobrol lama, dia dan saya, ketika kami, saya cukup mengenalnya. Dan percakapan dimulai, saya berkata, 'Saya mengenal Anda dan Anda mengenal saya. Jika saya memastikan ini terjadi, maka bersiaplah."

"Jadi, Anda kenal Vladimir Putin. Menurut Anda, dia pembunuh?" tanya Stephanopoulos, dikutip dari ABC News, 18 Maret 2021.

"Mmm hmm, ya," jawab Biden.

Tidak lama kemduain, Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil duta besarnya untuk AS, Anatoly Antonov, kembali ke Moskow untuk membahas masa depan hubungan Rusia dengan Amerika Serikat, Reuters melaporkan.

Kemenlu Rusia mengatakan pemulangan duta besarnya untuk memastikan hubungan bilateral tidak rusak dan tidak dapat diperbaiki.

Setelah menjabat Joe Biden bergerak cepat memperpanjang pakta senjata nuklir dengan Rusia. Tetapi pemerintahannya mengatakan akan mengambil jalur yang lebih keras terhadap Kremlin daripada yang dilakukan selama masa jabatan Donald Trump, dan hanya bekerja sama dengan Rusia jika ada manfaat nyata bagi Amerika Serikat.

Vladimir Putin mengatakan dia terakhir kali berbicara dengan Biden melalui telepon atas permintaan presiden AS. Setelah wawancara ABC, Putin mengusulkan agar mereka melakukan percakapan lain, pada hari Jumat atau Senin, yang akan diadakan melalui tautan video dan disiarkan langsung.

"Saya ingin menawarkan kepada Presiden Biden agar kita melanjutkan diskusi kita, tetapi dengan syarat kita melakukannya secara langsung, online, tanpa penundaan," kata Putin, ketika ditanya dalam wawancara televisi tentang komentar Biden, dikutip dari Reuters, 19 Maret 2021.

Kedua pemimpin terakhir berbicara melalui telepon pada 26 Januari beberapa hari setelah Biden menjabat.

Baca juga: Presiden Joe Biden Sebut Vladimir Putin Pembunuh

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada hari Kamis mengatakan Biden tidak menyesal menyebut Putin sebagai pembunuh dan menepis pertanyaan tentang permintaan Putin untuk segera dihubungi di depan umum.

"Saya akan mengatakan presiden sudah melakukan percakapan dengan Presiden Putin, meskipun ada lebih banyak pemimpin dunia yang belum dia temui," kata Psaki. Presiden tentu saja akan berada di Georgia besok dan cukup sibuk.

Vladimir Putin mengatakan dia siap untuk membahas hubungan Rusia dengan Amerika Serikat dan masalah lain seperti konflik regional.

"Saya tidak akan menunda ini terlalu lama. Saya ingin pergi ke Taiga pada akhir pekan untuk beristirahat, tapi kita bisa melakukannya besok (Jumat) atau, katakanlah, pada hari Senin," kata Putin kepada Rossiya-24 TV, dikutip dari kantor berita TASS.

"Tolong, kami siap kapan saja demi orang-orang Amerika, saya akan memberikan arahan terkait sekarang juga kepada Kementerian Luar Negeri (Rusia)," kata Vladimir Putin.

REUTERS | CNN | TASS






Diduga Mata-mata, Konjen Jepang di Vladivostok Diusir Rusia

20 menit lalu

Diduga Mata-mata, Konjen Jepang di Vladivostok Diusir Rusia

Pemerintah Rusia mengusir Konjen Jepang di Vladivostok, Motoki Tatsunori atas tuduhan spionase


Putin Beri Kewarganegaraan Rusia pada Edward Snowden

1 jam lalu

Putin Beri Kewarganegaraan Rusia pada Edward Snowden

Putin, mantan kepala mata-mata Rusia, mengatakan pada 2017 bahwa Edward Snowden salah karena membocorkan rahasia AS


Pipa Gas Rusia Nord Stream 2 Bocor di Baltik

1 jam lalu

Pipa Gas Rusia Nord Stream 2 Bocor di Baltik

Pemerintah Denmark meminta kapal menghindari radius lima mil laut dari pulau Bornholm setelah terjadi kebocoran gas dari pipa Nord Stream 2 Rusia


Pidato di Sidang Umum PBB, Retno Marsudi Menyerukan Kerja Sama Global

2 jam lalu

Pidato di Sidang Umum PBB, Retno Marsudi Menyerukan Kerja Sama Global

Mewakili Presiden Joko Widodo di Sidang Umum PBB, Menlu Retno menyoroti perlunya kerja sama global di tengah ketegangan geopolitik dan ancaman krisis ekonomi.


Volodymyr Zelensky Percaya Putin Serius soal Senjata Nuklir

2 jam lalu

Volodymyr Zelensky Percaya Putin Serius soal Senjata Nuklir

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meyakini bahwa Presiden Vladimir Putin bersungguh-sungguh mengenai penggunaan senjata nuklir dalam perang Ukraina untuk membela Rusia.


Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

3 jam lalu

Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

Perang Rusia-Ukraina telah membuat keamanan energi menjadi masalah utama bagi pemerintah saat mereka bergulat dengan inflasi serta larangan minyak Rusia ke Eropa.


Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

4 jam lalu

Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

Top 3 dunia pada 26 September 2022, di antaranya mobilisasi militer Rusia ke Ukraina yang mendapat penolakan dari warganya sendiri.


Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

15 jam lalu

Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

Volodymyr Zelensky mencatat pertempuran sengit dengan Rusia masih terjadi di garis depan dengan total panjang lebih dari 2 ribu kilometer.


Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

18 jam lalu

Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

Seorang pria bersenjata menembak mati sembilan orang, termasuk lima anak-anak, di sebuah sekolah di Udmurtia, Rusia.


Putin Angkat 'Tukang Jagal Mariupol' sebagai Wakil Menteri Pertahanan

18 jam lalu

Putin Angkat 'Tukang Jagal Mariupol' sebagai Wakil Menteri Pertahanan

Presiden Putin memecat Wakil Menteri Pertahanan Dmitry Bulgakov digantikan jagal Mariupol Mikhail Mizintsev, yang memimpin pengepungan di Mariupol