Ini Alasan Joe Biden Tolak Hukum Mohammed bin Salman atas Kasus Jamal Khashoggi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Joe Biden berbicara tentang rencana pemerintahannya untuk memperkuat manufaktur Amerika selama penampilan singkat di South Court Auditorium di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    Presiden AS Joe Biden berbicara tentang rencana pemerintahannya untuk memperkuat manufaktur Amerika selama penampilan singkat di South Court Auditorium di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joe Biden membela keputusannya untuk tidak menghukum Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, atas pembunuhan Jamal Khashoggi karena itu bisa merusak hubungan diplomatik AS dengan Arab Saudi.

    Pemerintahan Joe Biden tidak menjatuhkan sanksi terhadap Pangeran Mohammed bin Salman atau yang dikenal MBS, meski laporan intelijen AS pada 26 Februari yakin MBS mengizinkan pembunuhan Jamal Khashoggi 2 Oktober 2018.

    Presiden Joe Biden diwawancara oleh George Stephanopoulos dari ABC News pada hari Selasa, membahas sejumlah isu luas pemerintahan Biden yang baru menginjak dua bulan, termasuk isu pembunuhan Jamal Khashoggi.

    Pendemo memegang poster dengan gambar wartawan Saudi, Jamal Khashoggi di luar konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 25 Oktober 2018. REUTERS

    Joe Biden ditanya mengapa dia tidak menghukum Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman secara pribadi, meski intelijen AS menyimpulkan bahwa MBS telah menyetujui operasi untuk menangkap atau membunuh pembangkang Saudi, Jamal Khashoggi.

    Seperti diketahui, dalam kampanye pilpres AS Joe Biden menjanjikan respons yang keras kepada para pemimpin Saudi atas pembunuhan Khashoggi.

    "Saya orang yang merilis laporan itu," kata Joe Biden, mengacu pada laporan intelijen AS yang tidak dipublikasikan oleh pemerintahan Trump, tetapi dia melakukannya.
    Biden juga mengatakan dia telah menjelaskan kepada Raja Salman bahwa "segalanya akan berubah".

    "Kami meminta pertanggungjawaban semua orang dalam organisasi itu - tetapi bukan putra mahkota, karena kami tidak pernah mengharapkannya, ketika kami memiliki aliansi dengan suatu negara, untuk mengincar kepala negara dan menghukum orang itu dan mengucilkannya," kata Biden kepada ABC News, dikutip 18 Maret 2021.

    Dua anak Jamal Khashoggi diundang oleh Raja Salman ke istana Al Yamamah di ibu kota Riyadh, Arab Saudi. Raja Salman ingin mengucapkan belasungkawa secara langsung. Sumber : english.alarabiya.net

    Joe Biden mengatakan dia mencatat daftar hal-hal yang dituntut AS agar dilakukan oleh Arab Saudi untuk memperbaiki catatan HAM mereka, termasuk meminta Arab Saudi mengakhiri perang di Yaman dan kelaparan di sana.

    Pemerintahan Joe Biden hanya mengenakan sanksi larangan visa kepada 76 warga Saudi yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

    Baca juga: Tiga Nama Hilang Misterius dari Laporan Intelijen AS Pembunuhan Jamal Khashoggi

    Tim pelapor khusus PBB untuk eksekusi mati di luar hukum yang menyelidiki pembunuhan Jamal Khashoggi, Agnes Callamard, mengatakan kegagalan AS untuk menghukum MBS sangat berbahaya bagi AS, Reuters melaporkan.

    Arab Saudi akhirnya mengakui Jamal Khashoggi terbunuh dalam operasi ekstradisi yang berakhir kacau setelah penyangkalan, tetapi membantah keterlibatan apapun oleh Mohammed bin Salman, sementara lima pria yang dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan tersebut diringankan menjadi 20 tahun penjara setelah diampuni oleh keluarga Jamal Khashoggi.

    ABC NEWS | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.