Uni Eropa Gugat Inggris karena Langgar Perjanjian Perbatasan Brexit

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Inggris yang tinggal di Brussel yang menentang Brexit mengadakan nyala lilin di luar kedutaan Inggris saat masa transisi berakhir di Brussel, Belgia 31 Desember 2020. [REUTERS / Johanna Geron]

    Warga Inggris yang tinggal di Brussel yang menentang Brexit mengadakan nyala lilin di luar kedutaan Inggris saat masa transisi berakhir di Brussel, Belgia 31 Desember 2020. [REUTERS / Johanna Geron]

    TEMPO.CO, Jakarta - Uni Eropa menggugat Inggris karena melanggar perjanjian Brexit pada Senin. Inggris dituduh mengubah perjanjian perdagangan untuk Irlandia Utara secara sepihak, yang sepakati dengan Uni Eropa tahun lalu.

    Perjanjian penarikan Inggris dengan UE meninggalkan provinsi Irlandia Utara yang dikuasai Inggris di pasar tunggal UE untuk barang, dan karenanya mewajibkan pemeriksaan barang yang tiba di sana dari bagian lain Inggris Raya, dikutip dari Reuters, 16 Maret 2021.

    Beberapa dari pemeriksaan tersebut dimaksudkan untuk dimulai ketika masa tenggang berakhir pada akhir Maret. Rencana tersebut telah mengganggu beberapa pasokan yang mencapai supermarket di Irlandia Utara.

    UE telah mengirimkan surat pemberitahuan resmi untuk memulai prosedur gugatan pelanggaran, yang dapat menyebabkan denda yang dijatuhkan oleh pengadilan tinggi UE, meskipun proses itu bisa berlangsung setidaknya satu tahun, memberikan tenggat waktu untuk mencari solusi.

    Langkah tersebut dilakukan setelah Menteri Luar Negeri Irlandia Utara Brandon Lewis mengumumkan pada 3 Maret bahwa Inggris berencana untuk terus melewati persyaratan birokrasi pada impor tersebut hingga 1 Oktober.

    Masa tenggang untuk pemeriksaan perbatasan tersebut saat ini dijadwalkan berakhir pada akhir Maret, CNN melaporkan.

    Perpanjangan tiga bulan dari akhir periode transisi Brexit pada 1 Januari adalah tindakan niat baik yang disepakati, untuk memungkinkan industri makanan yang terkena dampak beradaptasi dengan hambatan perdagangan baru di seluruh Laut Irlandia.

    Bagian khusus dari perjanjian penarikan Brexit, yang disebut Protokol Irlandia Utara, bertujuan untuk menghilangkan kebutuhan akan kontrol perbatasan antara Irlandia Utara (bagian dari Inggris) dan Republik Irlandia (anggota Uni Eropa).

    Kepala juru runding perdagangan Inggris, David Frost, dan Duta Besar Inggris untuk Uni Eropa, Tim Barrow, melihat Perdana Menteri Boris Johnson menandatangani kesepakatan perdagangan Brexit dengan Uni Eropa di kediaman perdana menteri Downing Street No 10 di London, Inggris, 30 Desember 2020.[Leon Neal/Pool via REUTERS]

    Kesepakatan perdagangan UE-Inggris, yang mulai berlaku pada awal 2021, menuntut pemeriksaan bea cukai pada beberapa barang yang tiba di Irlandia Utara dari daratan Inggris, termasuk makanan.

    Pejabat Uni Eropa mengatakan langkah Inggris untuk memperpanjang masa tenggang secara sepihak melanggar kesepakatan. Para negosiator telah mencoba jalur kompromi.

    Uni Eropa sejatinya meluncurkan dua gugatan hukum. Pada hari Senin, UE mengirim surat ke Inggris untuk secara resmi memberi tahu London tentang dugaan pelanggaran Perjanjian Penarikan, sebuah langkah yang berpotensi mengakibatkan Inggris dibawa ke panel arbitrase yang dapat mengakibatkan sanksi keuangan.

    Pemberitahuan resmi menandai awal dari proses pelanggaran formal sebagaimana diatur dalam protokol, kata seorang pejabat senior Uni Eropa, menambahkan bahwa surat tersebut meminta agar Inggris melakukan tindakan perbaikan yang cepat untuk memulihkan kepatuhan terhadap ketentuan protokol.

    Tindakan hukum kedua, yang disampaikan dalam surat lain, menandakan celah politik yang semakin dalam antara kedua pihak, karena menuduh Inggris telah melanggar ketentuan Perjanjian Penarikan.

    Inggris mengatakan tidak melanggar perjanjian dan akan membalas tindakan hukum Uni Eropa.

    Baca juga: Amsterdam Geser London Sebagai Pusat Perdagangan Saham Eropa pasca Brexit

    Maros Sefcovic, pejabat tinggi Uni Eropa yang bertanggung jawab atas hubungan Inggris, juga telah mengirim surat terpisah kepada mitranya dari Inggris David Frost, meminta pembicaraan dengan itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut bulan ini.

    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada hari Senin perpanjangan itu hanyalah keputusan teknis yang bertujuan untuk bersikap adil. Protokol, katanya, harus menjamin perdagangan antara Inggris dan Irlandia Utara, serta melintasi perbatasan darat Irlandia Utara dengan Irlandia.

    Protokol Irlandia Utara telah menjadi poin utama pertikaian selama pembicaraan Brexit, dengan Unionis Irlandia Utara, yang pro Inggris dan pro Brexit, menentang kesepakatan perdagangan UE-Inggris yang menuntut pemeriksaan bea cukai pada beberapa barang yang tiba di Irlandia Utara dari daratan Inggris.

    REUTERS | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H