Thailand Tetap Pakai Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meski Ada Kasus Pembekuan Darah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perawat mengisi jarum suntik dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca di pusat perawatan kesehatan di Seoul pada 26 Februari 2021, ketika Korea Selatan memulai program vaksinasi virus corona. [Jung Yeon-je / Pool melalui REUTERS]

    Seorang perawat mengisi jarum suntik dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca di pusat perawatan kesehatan di Seoul pada 26 Februari 2021, ketika Korea Selatan memulai program vaksinasi virus corona. [Jung Yeon-je / Pool melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Thailand akan mulai menggunakan vaksin AstraZeneca pada Selasa setelah sempat ditunda karena kekhawatiran akan keamanannya, kata para pejabat, dengan perdana menteri dan kabinetnya akan menjadi yang pertama menerima vaksin Covid-19 tersebut.

    Thailand pada hari Jumat menjadi negara pertama di luar Eropa yang menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Irlandia, Denmark, Norwegia, Islandia, dan Belanda telah menangguhkan penggunaan vaksin AztraZeneca karena kasus pembekuan darah berujung kematian setelah seorang perempuan lansia di Denmark menerima vaksin itu.

    Juru bicara pemerintah Thailand, Natreeya Thaweewong, mengatakan vaksinasi Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha dan para menterinya yang sempat ditunda, akan dilakukan pada Selasa pagi, dilaporkan Reuters, 15 Maret 2021.

    AstraZeneca mengatakan pada Ahad bahwa pihaknya telah melakukan tinjauan cermat terhadap data dari 17 juta lebih orang yang divaksinasi di Inggris dan Uni Eropa, yang menunjukkan "tidak ada bukti peningkatan risiko emboli paru, trombosis vena dalam, atau trombositopenia."

    Vaksin Covid-19 AstraZeneca. REUTERS/Dado Ruvic

    Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul sebelumnya pada hari Senin mengatakan vaksin AstraZeneca akan diberikan kepada kabinet jika disetujui oleh ahli kesehatan dalam negeri, yang bertemu pada hari Senin.

    Anutin mengatakan banyak negara telah mengkonfirmasi tidak ada masalah pembekuan darah sebagai efek samping dari vaksin dan akan melanjutkan vaksinasi dengan AstraZeneca.

    "Komite akademik mengatakan vaksin itu harus diberikan dan mereka akan bertemu Senin sore untuk lebih memastikan penggunaannya," imbuhnya.

    "Kalau tidak ada informasi lebih lanjut akan diberikan besok," ujarnya.

    Baca juga: PM Thailand Tunda Agenda Disuntik Vaksin COVID-19 AstraZeneca

    Strategi vaksinasi massal di Thailand sangat bergantung pada vaksin AstraZeneca, yang akan diproduksi di Thailand mulai Juni untuk distribusi regional, dengan 61 juta dosis dicadangkan untuk populasinya.

    Thailand telah mengimpor vaksin AstraZeneca selain 200.000 dosis vaksin Sinovac dari Cina untuk pekerja medis dan kelompok berisiko tinggi.

    800.000 dosis vaksin Covid-19 Sinovac selanjutnya akan tiba di Thailand pada 20 Maret, kata Anutin di halaman Facebook-nya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.