Anthony Fauci Minta Donald Trump Ajak Pendukungnya Vaksinasi COVID-19

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Dr. Anthony Fauci, menghadiri pertemuan respons virus Corona dengan Presiden AS Donald Trump dan Gubernur Lousiana John Bel Edwards di Oval Office Gedung Putih, Washington, AS, 29 April 2020.[REUTERS]

    Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Dr. Anthony Fauci, menghadiri pertemuan respons virus Corona dengan Presiden AS Donald Trump dan Gubernur Lousiana John Bel Edwards di Oval Office Gedung Putih, Washington, AS, 29 April 2020.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penasihat Medis Gedung Putih, Anthony Fauci, optimistis angka vaksinasi COVID-19 di Amerika bisa ditingkatkan lagi. Salah satunya dengan melibatkan mantan Presiden Amerika Donald Trump. Menurut Fauci, Donald Trump bisa membujuk para pendukungnya untuk mau mengikuti vaksinasi COVID-19.

    Fauci menjelaskan, keterlibatan Donald Trump bisa meningkatkan angka vaksinasi COVID-19 karena masih banyak Republikan yang enggan divaksin. Menurut survei dari Marist Poll, separuh dari pria Amerika yang mengklaim dirinya sebagai Republikan menyatakan tidak memiliki rencana untuk mengikuti vaksinasi COVID-19.

    "Menurut saya keterlibatan Donald Trump bisa membawa perubahan. Dia adalah figur yang sangat populer. Dia akan sangat membantu untuk membuat pendukungnya mau divaksin," ujar Fauci, dikutip dari CNN, Senin, 15 Maret 2021.

    Fauci mengaku masih sering terheran-heran ada orang yang tidak mau divaksin hanya karena orientasi politik yang berbeda. Menurutnya, kondisi kesehatan seharusnya dipisahkan dari urusan politik. Namun, karena keadaannya sudah kadung seperti itu, Fauci mengatakan bantuan apapun akan sangat berharga untuk meningkatkan vaksinasi COVID-19 di Amerika.

    Sebagaimana diketahui, ketika Donald Trump masih menjadi Presiden Amerika, ia bukan figur yang sepenuhnya patuh terhadap protokol kesehatan. Ia beberapa kali melanggar protokol karena merasa tidak perlu mengikutinya. Salah satu yang paling sering ia langgar adalah kewajiban memakai masker.

    Kelalaiannya membuat Donald Trump sempat tertular COVID-19. Walau begitu, hal tersebut tidak mengubah cara pandanganya terhadap COVID-19. Ia bahkan berkali-kali mendesak Amerika melonggarkan pembatasan sosial agar kegiatan perekonomian bisa kembali digenjot.

    Mantan Presiden AS Donald Trump berbicara di Conservative Political Action Conference di Orlando, Florida, AS 28 Februari 2021. [REUTERS / Joe Skipper]

    Sikapnya berubah ketika dirinya tak lagi menjadi Presiden Amerika. Dalam Konferensi Konservatif pada Februari lalu, ia meminta warga Amerika untuk mengikuti vaksinasi COVID-19. Hal itu menjadi pertama kalinya Donald Trump secara langsung mengajak warga untuk mau divaksin.

    "Mengikuti vaksinasi COVID-19 itu seharusnya gak perlu dipikir lagi. Saya tidak paham apa masalahnya. Ini adalah vaksin yang bisa menyelamatkan banyak orang," ujar Fauci yang juga Direktur Institute Penyakit Menular dan Alergi Amerika.

    Donald Trump dikabarkan sudah menerima vaksin COVID-19 sebelum mengakhiri masa kepresidenannya. Namun, jika masih ingin terlibat dalam kampanye vaksinasi COVID-19, ia bisa mengikuti agenda mantan Presiden Barack Obama, George W. Bush, Bill Clinton, dan Jimmy Carter yang akan mempromosikan vaksinasi COVID-19.

    Per berita ini ditulis, angka vaksinasi COVID-19 harian di Amerika sudah menyentuh 2,3 juta suntikan per hari. Angka tersebut 800 ribu lebih besar dibandingkan target yang ditetapkan Presiden Joe Biden Januari lalu, 1,5 juta suntikan per hari. Adapun jumlah dosis vaksin COVID-19 yang sudah disuntikkan adalah 107 juta dosis dari total 135 juta dosis yang telah didistribusikan.

    "Jika angka tersebut konsisten, seperti kata Presiden Biden, kita bakal merasakan normalitas di pada 4 Juli 2021 nanti (Hari Kemerdekaan Amerika). Namun, kami tidak ingin lengah," ujar Fauci soal vaksinasi COVID-19 dan Donald Trump. 

    Baca juga: Amerika Sudah Lakukan Vaksinasi COVID-19 ke 100 Juta Orang

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.