Polisi London Tangkap Rapper yang Bikin Video Tentang ISIS

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berpatroli di taman St James, saat mewabahnya virus corona di London, Britain, Ahad, 5 April 2020. REUTERS/Henry Nicholls

    Polisi berpatroli di taman St James, saat mewabahnya virus corona di London, Britain, Ahad, 5 April 2020. REUTERS/Henry Nicholls

    TEMPO.CO, - Kepolisian Metropolitan London menangkap seorang pria karena membuat video musik rap tentang kekagumannya pada ISIS. Polisi menuduh pria ini merencanakan serangan teroris di Inggris.

    Kepolisian London mengatakan, Sahayb Abu, 27 tahun, memesan senjata, peralata,  dan pakaian secara online untuk persiapan serangan. Petugas menahannya dalam operasi polisi bersenjata setelah memesan pedang besar secara online.

    "Selama beberapa bulan, Abu berusaha mendapatkan senjata dan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan serangan teroris," kata Richard Smith, kepala Komando Penanggulangan Terorisme London dikutip dari Reuters, Sabtu, 13 Maret 2021.

    Abu, kata polisi, merupakan individu yang sangat berbahaya. "Tapi kami dapat mengintervensi dan menangkapnya sebelum dia dapat melakukan serangannya," ucap Smith.

    Polisi menyita perangkat elektronik dari Abu ketika dia ditangkap pada 9 Maret. Polisi menemukan pesan video dan suara di mana Abu membacakan lirik yang menggambarkan dirinya sebagai pendukung langsung ISIS serta merujuk pada memiliki rompi bunuh diri.

    Abu membantah merencanakan serangan teroris dan pendukung ISIS. Ia berdalih peralatan yang dia beli adalah untuk parodi video musik "bor", suatu bentuk rap yang berfokus pada kekerasan dan kejahatan. Dia dijadwalkan akan dijatuhi hukuman pada 9 April.

    Baca juga: Muslim Irak Bangga Terlibat Renovasi Gereja yang Dihancurkan ISIS

    Sumber: REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.