Situasi Kian Berbahaya, Inggris Bujuk Warganya untuk Tinggalkan Myanmar

Pengunjuk rasa lari dari polisi saat protes menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, 8 Maret 2021. [REUTERS / Stringer]

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris meminta warganya di Myanmar untuk segera kembali mengingat situasi yang kian berbahaya di sana. Jika ternyata situasinya tidak memungkinkan untuk kabur, Pemerintah Inggris meminta warganya di Myanmar untuk bertahan di kediaman masing-masing.

Imbauan tersebut dikeluarkan pemerintah Inggris menyusul makin banyaknya korban jiwa dalam unjuk rasa menentang kudeta Myanmar. Pada Kamis kemarin, misalnya, ada 12 orang yang tewas di tengah unjuk rasa. Total korban jiwa sendiri sudah menyentuh angka 70 orang mengacu pada data investigasi PBB.

"Kami mengimbau warga negara Inggris untuk segera meninggalkan Myanmar lewat jalur komersial...Ketegangan politik, kekerasan, dan demonstrasi memanas sejak Militer Myanmar mengambil alih," ujar Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataan persnya, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 12 Maret 2021.

Inggris sendiri mengecam apa yang terjadi di Myanmar dan sudah menjatuhkan sanksi kepada Myanmar. Adapun sanksi-sanksi dari Inggris menyasar figur-figur di Militer Myanmar yang menjadi otak di balik kudeta yang terjadi.

Total, sudah ada 19 individu di Myanmar yang mendapat sanksi dari Inggris. Sanksi yang diberikan berupa sanksi finansial dan personal. Dengan kata lain, mereka yang dikenai sanksi tidak akan bisa mengakses aset mereka di Inggris ataupun berkunjung ke sana.

Dari 19 individu tersebut, beberapa nama yang belum lama ini dikenai sanksi adalah Menteri Pertahanan Mya Tun Oo, Menteri Dalam Negeri Soe Htut, dan Deputi Menteri Dalam Negeri Than Hlaing. Pemerintah Inggris tengah menimbang kemungkinan memberikan sanksi tambahan ke Myanmar.

Baca juga: AICHR: Rekonsiliasi NLD dan Junta Solusi Paling Mungkin untuk Krisis Myanmar

ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA






Kirim Jenderal ke Myanmar, Jokowi: Untuk Bicara dengan Junta

9 jam lalu

Kirim Jenderal ke Myanmar, Jokowi: Untuk Bicara dengan Junta

Jokowi berharap bisa menunjukkan kepada junta Myanmar, tentang bagaimana Indonesia berhasil melakukan transisi menuju demokrasi


Wisatawan ke Inggris Akan Diwajibkan Isi Aplikasi Online dan Bayar

15 jam lalu

Wisatawan ke Inggris Akan Diwajibkan Isi Aplikasi Online dan Bayar

Peluncuran ETA adalah bagian dari upaya Inggris untuk sepenuhnya mendigitalkan perbatasannya pada 2025.


Amerika Serikat Akan Setop Bantuan Militer Rusia ke Myanmar

18 jam lalu

Amerika Serikat Akan Setop Bantuan Militer Rusia ke Myanmar

AS mengintip peluang untuk membatasi kerja sama militer Myanmar dan Rusia. Washington menegaskan dukungan ke ASEAN.


1 Februari Diperingati Sebagai Hari Hijab Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapannya

1 hari lalu

1 Februari Diperingati Sebagai Hari Hijab Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapannya

Hari Hijab Sedunia mendorong agar wanita dari berbagai negara dan kepercayaan untuk mencoba mengenakan hijab dan mengerti bagaimana rasanya.


Wujudkan Stabilitas ASEAN, DPR Dorong Diplomasi Parlemen

1 hari lalu

Wujudkan Stabilitas ASEAN, DPR Dorong Diplomasi Parlemen

DPR RI terus mendorong berbagai upaya melalui diplomasi parlemen untuk mewujudkan stabilitas regional di kawasan dan mendorong demokrasi di Myanmar sehingga krisis kemanusiaan dapat segera diakhiri


Menteri Ekspor Inggris Kunjungi Indonesia, Dukung Pendanaan MRT Jakarta Rp 20 T

1 hari lalu

Menteri Ekspor Inggris Kunjungi Indonesia, Dukung Pendanaan MRT Jakarta Rp 20 T

Menteri Ekspor Inggris Andrew Bowie mengunjungi Jakarta, salah satu agendanya adalah tindak lanjut pengembangan perkeretaapian.


2 Tahun Kudeta, AS dan Sekutu Tambah Sanksi ke Junta Militer Myanmar

1 hari lalu

2 Tahun Kudeta, AS dan Sekutu Tambah Sanksi ke Junta Militer Myanmar

Ini menandai pertama kalinya Amerika Serikat menargetkan pejabat Perusahaan Minyak dan Gas Myanmar


2 Tahun Kudeta Militer Myanmar, Lebih dari 1,5 Juta Warga Mengungsi

1 hari lalu

2 Tahun Kudeta Militer Myanmar, Lebih dari 1,5 Juta Warga Mengungsi

Pada 1 Februari 2021, pemerintahan Aung San Suu Kyi digulingkan dalam kudeta militer Myanmar


Hari Ini 2 Tahun Kudeta Myanmar: Kisah Ratu Kecantikan Terusir dan Diplomat Tak Bisa Pulang

1 hari lalu

Hari Ini 2 Tahun Kudeta Myanmar: Kisah Ratu Kecantikan Terusir dan Diplomat Tak Bisa Pulang

Hari Rabu, 1 Februari 2023, tepat dua tahun Junta Militer berkuasa di Myanmar, ini kisah 4 pejuang: buruh pabrik, ratu kecantikan, guru dan diplomat


Guru-guru Mogok Massal di Inggris, Protes Gaji yang Sangat Kecil

2 hari lalu

Guru-guru Mogok Massal di Inggris, Protes Gaji yang Sangat Kecil

Mogok Massal dipicu inflasi yang mencapai dua digit tahun lalu sehingga para guru menerima pemotongan gaji riil sebanyak 23% sejak 2010.