AS: Perubahan Sistem Elektoral Hong Kong oleh Cina adalah Serangan ke Demokrasi

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara selama kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Departemen Luar Negeri di Washington, AS, 4 Februari 2021. [REUTERS / Tom Brenner]

TEMPO.CO, Jakarta - Amerika kembali berbeda pandangan dengan Cina. Kali ini berkaitan dengan perubahan sistem elektoral Hong Kong yang belum lama disahkan Parlemen Cina. Pemerintah Amerika menganggap langkah Cina mengubah sistem elektoral Hong Kong sebagai serangan lanjutan ke demokrasi di sana.

"Perubahan sistem elektoral yang disetujui Parlemen Cina pada 11 Maret adalah serangan langsung ke otonomi, kebebasan, serta proses demokrasi di Hong Kong. Keputusan itu membatasi partisipasi politik, mengurangi representasi demokratis, dan menekan perdebatan politik," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika, Ned Price, diktuip dari kantor berita Reuters, Kamis, 11 Maret 2021.

Price melanjutkan, Amerika akan blak-blakan mempermasalahkan perubahan sistem elektoral tersebut pada pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi, 18 Maret 2021. Pertemuan tersebut, kata Price, adalah pertemuan tingkat tinggi pertama antara Cina dan Amerika di masa pemerintahan Presiden Joe Biden.

Karena sikap Amerika yang bertentangan, Price memprediksi perbincangan Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Wang Yi akan berjalan rumit pekan depan. Ia memastikan Amerika tidak akan menahan diri dalam pembicaraan area-area yang mereka tidak setuju.

Di luar konteks perubahan sistem elektoral Hong Kong, Price menambahkan Amerika juga akan membahas area-area di mana kedua negara bisa bekerjasama. Salah satunya terkait perubahan iklim.

"Kami mencari Beijing untuk menunjukkan betapa pentingnya pertemuan tersebut dan juga untuk menguji seberapa besar niat mereka untuk mengubah nada dari hubungan bilateral ini," ujar Price.

Pengunjuk rasa anti UU Keamanan Nasional Hong Kong berdemo pada hari peringatan penyerahan Hong Kong dari Inggris ke Cina, 1 Juli 2020. Ketika ribuan demonstran berkumpul di pusat kota untuk berdemonstrasi tahunan yang menandai hari peringatan penyerahan bekas jajahan Inggris ke Cina di 1997, polisi anti huru hara menggunakan semprotan merica untuk melakukan penangkapan, sementara toko-toko dan satu stasiun metro tutup. [REUTERS / Tyrone Siu]

Perdana Menteri Cina, Li Keqiang, secara terpisah menyatakan Cina dan Amerika memiliki kesepahaman di berbagai area dan hal itu bisa menjadi basis kooperasi mereak. "Kami berharap bisa membangun hubungan yang sehat, saling menghormati kepentingan satu sama lain, win-win, dan tidak ada intervensi terhadap urusan masing-masing," ujar Li Keqiang.

Diberitakan sebelumnya, Parlemen Cina mengesahkan perubahan sistem elektoral Hong Kong pada kongres politik hari ini. Tujuan perubahan tersebut adalah memastikan pos-pos pemerintahan di Hong Kong hanya diisi oleh mereka yang loyal terhadap Cina. Cina menyebutnya sebagai Patriot.

Perubahan itu meliputi berbagai sisi. Beberapa di antaranya mulai dari ukuran dan komposisi Parlemen Hong Kong hingga fungsi Komite Penyelenggara Pemilu. Ukuran Komite Penyelenggara Pemilu akan diperbesar dari 1200 menjadi 1500. Sementara itu, kursi di legislatif ditambah dari 70 menjadi 90 kursi.

Saat ini, 50 persen dari 70 kursi di Parlemen Hong Kong dipilih melalui sistem pemilihan langsung. Biasanya, politisi pro-demokrasi memiliki capaian yang lebih baik dibanding loyalis Beijing. Hal itu didukung prinsip hak pilih universal (Universal Suffrage) yang memungkinkan warga untuk menentukan sendiri siapa wakilnya di pemerintahan.

Dengan perubahan yang baru, maka porsi wakil rakyat yang bisa dipilih langsung bakal berkurang. Dengan kata lain, jumlah loyalis Cina akan kian besar. Adapun loyalis-loyalis itu bisa dari berbagai sektor mulai dari industri, serikat pekerja, atau professional.

Baca juga: Parlemen Cina Sahkan Perubahan Sistem Elektoral Hong Kong

ISTMAN MP | REUTERS







Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

7 jam lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

20 jam lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

1 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

3 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

4 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


OnePlus 11 Pro Dikabarkan Calon Pengguna Snapdragon 8 Gen 2, RAM 16 GB

4 hari lalu

OnePlus 11 Pro Dikabarkan Calon Pengguna Snapdragon 8 Gen 2, RAM 16 GB

Berikut bocoran spesifikasi ponsel flagship dari Cina, OnePlus 11 Pro, ini selengkapnya.


Akan Rilis 26 September, vivo X Fold+ Usung Spiritual dan Simbol Peradaban Cina

4 hari lalu

Akan Rilis 26 September, vivo X Fold+ Usung Spiritual dan Simbol Peradaban Cina

Tanda plus di vivo X Fold+ diartikan sebagai lebih kuat lagi.


Data Misi Mars Cina Ungkap Bukti Keberadaan Laut Purba

5 hari lalu

Data Misi Mars Cina Ungkap Bukti Keberadaan Laut Purba

CNSA telah mengumumkan pengorbit dan penjelajah Mars telah mengirim kembali data mentah 1.480 gigabyte.


Mau Healing ke Pulau Natuna? Ini 4 Rekomendasi Destinasi Wisata Wajib Kunjung

5 hari lalu

Mau Healing ke Pulau Natuna? Ini 4 Rekomendasi Destinasi Wisata Wajib Kunjung

Dari objek wisata bebatuan, pantai, hingga destinasi religi, Pulau Natuna menawarkan paket komplet bagi Anda yang hendak healing di sini.


Samsung Siapkan Versi Eksklusif Galaxy Z Fold4 dan Flip4 untuk Cina

6 hari lalu

Samsung Siapkan Versi Eksklusif Galaxy Z Fold4 dan Flip4 untuk Cina

Setiap tahun Samsung memasarkan berbeda ponsel lipat terbarunya di Cina. Untuk Galaxy Z Fold4 dan Flip4, begini bocorannya.