Denmark Hentikan Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vaksin Covid-19 AstraZeneca. REUTERS/Dado Ruvic

    Vaksin Covid-19 AstraZeneca. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, - Pemerintah Denmark menangguhkan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca Covid-19 karena ada laporan pembekuan darah pada beberapa orang yang menerimanya. Keputusan ini akan ditinjau kembali dua pekan kemudian.

    "Penggunaan vaksin akan ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut," bunyi keterangan resmi pemerintah dikutip dari Euro News, Kamis, 11 Maret 2021.

    Direktur Jenderal Otoritas Kesehatan Denmark Soren Brostrom mengatakan keputusan menangguhkan vaksin AstraZeneca ini bukan hal yang mudah. Pasalnya saat ini Denmark membutuhkan semua dosis vaksin yang bisa didapatkan

    Penangguhan pemakaian vaksin ini terjadi setelah Austria melakukan hal usai kematian seorang wanita karena mengalami pembekuan darah dan orang lain yang dirawat karena penyumbatan di arteri paru-paru.

    Otoritas kesehatan Denmark mengatakan bahwa ada kematian yang dilaporkan di negara itu tapi tidak dapat disimpulkan apakah ada hubungan antara vaksin dan pembekuan darah.

    Sementara itu, Badan Obat-obatan Eropa mengatakan mereka sedang meninjau semua insiden terkait pembekuan darah. "Tapi tinjauan awal menunjukkan tidak ada masalah khusus," katanya.

    Hingga Selasa, regulator obat-obatan mengatakan, ada 22 kasus pembekuan darah yang dilaporkan di antara tiga juta orang yang divaksinasi vaksin AstraZeneca di Wilayah Ekonomi Eropa.

    Menurut Brostrom, pihaknya perlu waktu untuk mengklarifikasi kasus ini sebelum menggunakan kembali vaksin AstraZeneca. Hal itu berarti bahwa orang yang telah menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca di Denmark harus menunggu sebelum mereka menerima dosis kedua.

    Baca juga: Ketahui Efek Khusus Vaksin Covid-19 AstraZeneca, 1,1 juta Dosis Ada di Indonesia

    Sumber: EURONEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.