Panglima Militer Armenia Dipecat Karena Diduga Ingin Kudeta

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah sukarelawan Armenia mengambil posisi menembak  saat mengikuti latihan menembak di tengah konflik perang dengan Azerbaijan di Yerevan, Armenia, 27 Oktober 2020. Latihan menembak ini diikuti oleh puluhan warga baik pria dan wanita. REUTERS/Gleb Garanich

    Sejumlah sukarelawan Armenia mengambil posisi menembak saat mengikuti latihan menembak di tengah konflik perang dengan Azerbaijan di Yerevan, Armenia, 27 Oktober 2020. Latihan menembak ini diikuti oleh puluhan warga baik pria dan wanita. REUTERS/Gleb Garanich

    TEMPO.CO, - Pemerintah Armenia mengatakan panglima militer Jenderal Onik Gasparyan telah dipecat karena diduga berusaha melakukan kudeta.

    "Onik Gasparyan secara resmi diberhentikan dari jabatannya mulai 10 Maret," kata pernyataan pemerintah itu, dikutip dari TRT World, Rabu, 10 Maret 2021.

    Staf umum angkatan darat dan tokoh militer senior itu sebelumnya menuntut Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan untuk meninggalkan kekuasaan bulan lalu. Langkah ini membuat Pashinyan memecatnya. Namun pemecatan itu sempat gagal karena dua kali tidak mendapatkan persetujuan presiden.

    Pemerintah Pashinyan mengatakan pemecatan itu sekarang efektif secara hukum karena presiden tak kunjung menandatangani keputusan meski lewat dari tenggat yang diatur dalam undang-undang.

    Sementara itu, Presiden Armen Sarkissian pada hari Rabu mengajukan banding ke pengadilan konstitusi untuk meninjau legalitas pemecatan Gasparyan, kata kantor presiden dalam sebuah pernyataan.

    Pashinyan telah menghadapi seruan untuk mengundurkan diri sejak November lalu ketika dia menyetujui gencatan senjata dengan Azerbaijan atas konflik wilayah Nagorno-Karabakh.

    Baca juga: Antisipasi Kudeta, PM Armenia Usulkan Pemilu Cepat Dengan Syarat

    Sumber: TRT WORLD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.