Dubes Myanmar untuk Inggris Menuntut Pembebasan Aung San Suu Kyi dan Win Myint

Seorang perempuan menunjukkan salam tiga jari selama protes menentang kudeta militer di Naypyitaw, Myanmar, 8 Maret 2021. [REUTERS / Stringer]

TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Myanmar untuk Inggris, Kyaw Zwar Minn, menuntut agar junta militer membebaskan Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint, menambah pukulan diplomatik lain untuk militer Myanmar setelah Dubes Myanmar untuk PBB menolak kekuasaan junta.

Setelah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Dominic Raab dan menteri luar negeri junior Inggris Nigel Adams, Kyaw Swar Minn mengatakan jawaban atas krisis tersebut adalah diplomasi.

"Kami meminta pembebasan Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi dan Presiden U Win Myint," katanya dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di halaman Facebook kedutaan, Sky News melaporkan.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab memuji duta besar Myanmar pada Senin setelah menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

"Saya memuji keberanian dan patriotisme Duta Besar Myanmar Kyaw Zwar Minn dalam menyerukan pembebasan Aung Sung Suu Kyi dan Presiden U Win Myint dan agar hasil pemilu 2020 dihormati," kata Raab dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, 9 Maret 2021.

"Rezim militer harus mengakhiri tindakan brutal mereka, dan memulihkan demokrasi," lanjut Raab.

Pengunjuk rasa lari dari polisi saat protes menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, 8 Maret 2021. [REUTERS / Stringer]

Seruan itu muncul setelah pasukan keamanan mengepung sekitar 200 demonstran muda di distrik Sanchaung, Yangon, pada hari Senin, karena mereka menentang jam malam pukul 8 malam.

"Bebaskan para mahasiswa di Sanchaung," teriak orang-orang di jalan-jalan di distrik-distrik di seberang ibu kota, tempat protes harian telah berlangsung selama lebih dari sebulan.

Di Sanchaung, polisi yang menembakkan senjata dan menggunakan granat kejut mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka akan menyisir tiap rumah untuk mencari orang dari luar distrik dan akan menghukum siapa pun yang ketahuan menyembunyikannya.

Baca juga: Ikuti Amerika, Uni Eropa Akan Memberi Sanksi ke Bisnis Militer Myanmar

Aktivis bernama Shar Ya Mone mengatakan dia telah berada di sebuah gedung dengan sekitar 15 hingga 20 orang lainnya, tetapi sekarang bisa pulang.

"Ada banyak tumpangan mobil gratis dan orang-orang menyambut para pengunjuk rasa," kata Shar Ya Mone melalui telepon kepada Reuters, berjanji untuk terus berdemonstrasi sampai kediktatoran berakhir.

Pengunjuk rasa lain mengunggah ke media sosial bahwa mereka dapat meninggalkan daerah itu pada Selasa sekitar jam 5 pagi setelah pasukan keamanan mundur. Demonstran bisa keluar dari kepungan aparat setelah Sekretaris PBB Antonio Guterres, dan negara-negara Barat, menuntut demonstran dibiarkan pergi tanpa kekerasan dan penangkapan.

Inggris, Amerika Serikat, dan beberapa negara Barat lainnya telah menjatuhkan sanksi terbatas pada junta.

Uni Eropa sedang bersiap untuk memperluas sanksi krisis Myanmar untuk menargetkan bisnis yang dijalankan junta militer, menurut para diplomat dan dua dokumen internal yang dilihat oleh Reuters.

REUTERS | SKY NEWS






Junta: Pemberontak Myanmar Tembak Penumpang Pesawat Saat Mendarat

4 hari lalu

Junta: Pemberontak Myanmar Tembak Penumpang Pesawat Saat Mendarat

Junta militer menyebut pemberontak Myanmar menembak seorang penumpang di wajahnya saat pesawat mendarat di negara itu.


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

6 hari lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

6 hari lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

8 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

11 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

12 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

12 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

12 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

15 hari lalu

Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

Helikopter militer Myanmar dilaporkan menembaki sebuah sekolah, akibatnya sedikitnya 7 anak tewas dan belasan lainnya terluka


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

16 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.