AS Longgarkan Prokes untuk Orang yang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19, Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • President Joe Biden melepas masker masker saat berbicara di depan media tentang upaya menangani pandemi Covid-19 usai bertemu dengan Dewan Penasihat Transisi COVID-19 di Wilmington, Delaware, 9 November 2020. Pada kesempatan kali ini Joe Biden memohon kepada orang Amerika untuk memakai masker di tengah pandemi. REUTERS/Jonathan Ernst

    President Joe Biden melepas masker masker saat berbicara di depan media tentang upaya menangani pandemi Covid-19 usai bertemu dengan Dewan Penasihat Transisi COVID-19 di Wilmington, Delaware, 9 November 2020. Pada kesempatan kali ini Joe Biden memohon kepada orang Amerika untuk memakai masker di tengah pandemi. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Joe Biden mengeluarkan aturan baru protokol kesehatan dengan mengizinkan orang-orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis penuh untuk bertemu tanpa masker di dalam ruangan.

    Namun, orang yang sudah divaksin masih harus menghindari perjalanan yang tidak penting dan terus mengenakan masker di depan umum, kata pemerintahan Biden pada hari Senin, dilaporkan Reuters, 9 Maret 2021.

    Dalam pembaruan pedoman yang telah lama ditunggu-tunggu tentang protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan orang yang divaksinasi penuh juga dapat bertemu dengan individu yang tidak divaksinasi dan dianggap berisiko rendah untuk penyakit parah Covid-19. Mereka dapat bertemu dalam kelompok kecil tanpa mengenakan masker.

    CDC mendefinisikan orang yang sudah divaksinasi penuh sebagai orang yang dua minggu sebelumnya telah disuntik dosis kedua vaksin Covid-19 Moderna dan Pfizer, atau dua minggu setelah dosis tunggal vaksin Johnson & Johnson.

    Ada bukti yang berkembang bahwa orang yang divaksinasi tidak menyebarkan Covid-19, tetapi para ilmuwan masih mencoba memahami berapa lama perlindungan vaksin bertahan.

    Dikutip dari CNN, berikut apa saja hal yang boleh dilakukan mereka yang sudah divaksinasi penuh menurut panduan baru CDC:

    • Mengunjungi orang yang juga sudah divaksinasi di dalam ruangan tanpa masker atau jarak fisik
    • Bertemu satu ruangan dengan orang yang tidak divaksinasi dari satu rumah tangga tanpa masker atau jarak fisik, jika orang yang tidak divaksinasi berisiko rendah terkena penyakit Covid-19 parah.
    • Tidak diharuskan karantina dan melakukan pengujian jika terpapar seseorang yang mengidap Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala, tetapi harus memantau gejalanya selama 14 hari.

    Sandra Lindsay, seorang perawat dari Long Island Jewish Medical Center saat diberikan vaksin Covid-19 Pfizer oleh Dr. Michelle Chester di New Hyde Park, New York, 14 Desember 2020. Suntikan pertama vaksinasi Covid-19 massal Amerika Serikat akan diberikan pada Senin pagi setelah Pfizer Inc dan mitranya memulai pengiriman vaksin Covid-19 ke seluruh negara bagian. [Mark Lennihan/Pool via REUTERS]

    Joe Biden tampaknya masih melakukan pendekatan yang hati-hati untuk membuka pembatasan dan aturan prokes, meskipun jumlah orang yang divaksinasi meningkat dengan cepat.

    Presiden Joe Biden telah mendesak warga Amerika untuk tetap waspada dan terus mengikuti pedoman CDC untuk mencegah lonjakan kasus lainnya.

    CDC mengatakan orang-orang yang divaksinasi penuh harus terus mengikuti banyak tindakan pencegahan seperti menghindari pertemuan besar secara langsung, mengenakan masker saat mengunjungi orang-orang yang tidak divaksinasi dari banyak rumah tangga, atau tetap mengenakan masker saat bersama orang-orang yang berisiko terkena Covid-19 parah.

    Direktur CDC AS, Rochelle Walensky, mengatakan penting untuk melindungi mereka yang belum divaksinasi dan orang dengan kelompok rentan, sementara sekitar 60.000 kasus virus corona masih terjadi setiap hari.

    "Kita tetap berada di tengah pandemi yang serius, dan masih lebih dari 90 persen populasi kami belum sepenuhnya divaksinasi," katanya. "Oleh karena itu, setiap orang baik yang sudah divaksinasi atau belum, harus terus menghindari pertemuan berskala menengah dan besar serta menghindari perjalanan yang tidak penting."

    Lebih dari 525.000 orang telah meninggal karena Covid-19 di Amerika Serikat. Joe Biden, yang menjabat pada 20 Januari, telah mendorong orang Amerika untuk mengenakan masker selama 100 hari pertamanya sebagai presiden, berbeda dengan pendekatan mantan Presiden Donald Trump, yang meremehkan pandemi dan menghindari masker.

    Baca juga: Amerika Targetkan Vaksinasi COVID-19 ke Remaja di Bulan September

    Sekarang beberapa negara bagian AS mulai mencabut pembatasan dalam skala besar.

    Banyak orang Amerika yang ingin kembali ke cara hidup pra-pandemi dan mereka melihat vaksinasi sebagai solusi agar bisa hidup normal.

    Bisnis, khususnya di industri perjalanan dan perhotelan, berharap bahwa semakin banyak orang yang divaksinasi akan merasa nyaman terbang dan makan di luar lagi.

    Pedoman baru membahas bagaimana orang yang divaksinasi dapat dengan aman melanjutkan beberapa aktivitas dan kontak yang lebih normal dengan orang-orang di luar rumah mereka, tetapi pedoman ini tidak menunjukkan perubahan besar.

    "Tindakan hari ini merupakan langkah pertama yang penting. Itu bukan tujuan akhir kami," kata Walensky. "Karena semakin banyak orang yang divaksinasi, tingkat infeksi Covid-19 menurun di masyarakat, dan seiring pemahaman kami tentang kekebalan Covid bertambah, kami berharap dapat memperbarui rekomendasi ini kepada publik."

    Rekomendasi tersebut datang karena sekitar 30 juta orang, atau 9,2% dari populasi AS, telah diinokulasi penuh dengan vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pfizer Inc/BioNTech SE, Moderna Inc dan Johnson & Johnson, menurut data CDC.

    Hampir 18% populasi Amerika Serikat atau 58,9 juta orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

    REUTERS | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.