Junta Militer Myanmar Dikabarkan Membredel Lima Media Independen

Sosok Min Aung Hlaing kembali disorot bersamaan dengan dugaan penindasan yang dilakukan militer terhadap Muslim Rohingya pada 2017. Penyelidik PBB mengatakan operasi militer Myanmar termasuk pembunuhan massal, pemerkosaan geng dan pembakaran yang meluas dan dilakukan dengan niat genosida. REUTERS/Ann Wang

TEMPO.CO, Jakarta - Militer Myanmar terus berupaya menekan perlawanan sipil atas kudeta yang mereka lakukan. Perkembangan terbaru, Militer Myanmar dikabarkan membredel lima media independen di sana. Mereka terdiri atas DVB, Mizzima, Myanmar Now, 7 Day News, dan Khit Thit.

"Rezim Militer yang ilegal Myanmar baru saja mengumumkan bahwa Mzzima Media, bersama empat perusahaan media independen lainnya, telah dilarang beroperasi di negeri ini. Surat izin terbit dan tayang kami telah dicabut," ujar pernyataan pers Mizzima Media, Senin, 8 Maret 2021.

Mizzima Media melanjutkan, pemblokiran tersebut berlaku untuk seluruh anak usaha mereka yang bergerak di bidang media. Jadi, baik situs online maupun TV akan dilarang untuk tayang lagi.

Apa alasan di balik pembredelan tersebut, Mizzima media tidak menyebutkan. Mereka hanya menyatakan pembredelan dilakukan oleh rezim militer yang ilegal.

Saat Tempo menguji beberapa media yang dikabarkan dibredel itu, hanya milik Mizzima Media yang tidak aktif. Sementara itu, untuk DVB, Myanmar Now, 7 Days News, dan Khit Thit masih bisa diakses.

Jika pemblokiran lima media itu benar dilakukan, maka junta Militer Myanmar benar-benar berupaya untuk menekan perlawanan. Selama ini, hanya media milik pemerintah Myanmar, MRTV, yang secara rutin memberikan dukungan terhadap junta militer.

Per berita ini ditulis, situasi kudeta Myanmar belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Unjuk rasa menetang kudeta masih berlangsung di berbagai daerah dan jumlah korban jiwa terus bertambah. Pada hari Senin kemarin, misalnya, tiga demonstran tertembak dalam demonstrasi di Myitkyina, menambah jumlah korban jiwa yang sudah melebihi angka 50.

Di saat bersamaan, sembilan serikat pekerja di Myanmar mengajak para pegawai negeri untuk mogok nasional. Menurut mereka, hal itu akan menghentikan operasional bisnis-bisnis yang selama ini mendatangkan uang bagi militer Myanmar. Gerah, Militer Myanmar mengancam akan memecat pegawai-pegawai negeri yang mengikuti mogok nasional.

Baca juga: Protes Kudeta, Serikat Pekerja Myanmar Serukan Mogok Nasional

ISTMAN MP | MIZZIMA






Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

20 jam lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

23 jam lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

2 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

6 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

6 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

6 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

6 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

9 hari lalu

Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

Helikopter militer Myanmar dilaporkan menembaki sebuah sekolah, akibatnya sedikitnya 7 anak tewas dan belasan lainnya terluka


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

10 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

12 hari lalu

Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

Pemakaman Ratu Elizabeth II pada 19 September nanti akan dihadiri 2.200 orang. Berikut daftar undangan, tapi siapa yang tak diundang?