WHO dan UNICEF Peringatkan Indonesia Jangan Lengah Meski Terima Vaksin COVID-19

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter menunjukan kartu vaksinasi usai penyuntikan vaksin Covid-19 di RS Kesehatan Ibu dan Anak di Bandung, Kamis, 14 Januari 2021. Hari ini dilaksanakan penyuntikan pertama vaksin Covid-19 Sinovac khusus untuk 1,4 juta tenaga medis di Indonesia. TEMPO/Prima mulia

    Dokter menunjukan kartu vaksinasi usai penyuntikan vaksin Covid-19 di RS Kesehatan Ibu dan Anak di Bandung, Kamis, 14 Januari 2021. Hari ini dilaksanakan penyuntikan pertama vaksin Covid-19 Sinovac khusus untuk 1,4 juta tenaga medis di Indonesia. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana Anak-anak PBB (Unicef) mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk tetap memperhatikan pengendalian pandemi meski sudah menerima bantuan vaksin COVID-19. Menurut mereka, langkah pencegahan seperti pembatasan sosial dan komunikasi yang jelas terhadap masyarakat akan tetap berperan dalam pengendalian pandemi.

    "Vaksinasi adalah satu bagian penting. Persiapkan langkah pencegahan lainnya, tidak hanya mempersiapkan komunitas untuk vaksinasi COVID-19, tetapi juga komunikasi yang jelas untuk meminimalisir resiko," ujar perwakilan UNICEF di Indonesia, Debora Comini, Senin, 8 Maret 2021.

    Comini melanjutkan bahwa WHO dan Unicef pun akan proaktif membantu Indonesia untuk memastikan kampanye vaksinasi COVID-19nya berjalan lancar. Hal itu mulai dari menyediakan tempat penyimpanan vaksin COVID-19 hingga mekanisme ditribusinya.

    Khusus Unicef, Comini, menyatakan pihaknya ingin anak-anak Indonesia segara kembali ke sekolah dan menjalani kehidupan seperti sediakala. Oleh karena itu, kata Comini, penting baginya langkah pengendalian pandemi COVID-19 yang jelas untuk memastikan situasi bisakembali normal.

    "Menurut saya penting bagi semuanya untuk paham bagaimana caranya menekan resiko pandemi COVID-19," ujar Comini menegaskan.

    Sementara itu, perwakilan WHO di Indonesia, Navaratnasamy Paranietharan, menyatakan penting bagi seluruh elemen untuk bekerjasama menekan pandemi COVID-19. Menerima vaksin saja, menurutnya, tidak akan cukup apabila tidak diikuti dengan komitmen bersama untuk mematuhi segala protokol kesehatan yang ada.

    "Jangan lupa untuk selalu menjaga jarak sosial dan rajin mencuci tangan. Kita sudah bisa melihat akhir dari pandemi ini dengan vaksinasi COVID-19 yang ada," ujar Paranietharan. m

    Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia baru saja menerima bantuan vaksin COVID-19 AstraZeneca dari WHO via skema COVAX. Total jumlah yang diterima hari ini adalah 1.113.600 dari total 11,7 juata dosis vaksin COVID-19 yang dijanjikan. Adapun jumlah yang akan diterima dari COVAX nantinya masih bisa bertambah.

    Di Indonesia sendiri, vaksinasi COVID-19 terus berjalan. Walau angka vaksinasi hariannya masih kecil, di bawah satu juta, angkanya perlahan naik. Menurut data pemerintah, sudah ada 3 juta orang yang menerima dosis pertama vaksin COVID-19 dan 1,1 juta yang menerima dosis kedua. Adapun target vaksinasi COVID-19 Indonesia adalah 181.554.465.

    Baca juga: WHO Targetkan Seluruh Negara Dapat Vaksin COVID-19 di Triwulan Pertama

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.